Hindari 4 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Photo credit: Pexels

Mendidik anak memang bukanlah sebuah perkara yang mudah. Sebagai orang tua, Mam dan Ayah tidak boleh berhenti belajar supaya bisa mendidik anak dengan baik. Namun, ada kalanya Mam juga melakukan beberapa kesalahan dalam mendidik anak. Jika dibiarkan, kesalahan tersebut akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang Si Kecil. Berikut ini beberapa kesalahan orang tua yang sering terjadi saat mendidik anak dan harus segera dihindari. Apa saja?

Terlalu sering melarang

Naluri seorang ibu tentu membuat Mam ingin selalu melindungi Si Kecil. Terkadang bentuk perlindungan ini muncul dengan mengucapkan kata larangan. Kata-kata larangan mungkin sering terlontar tanpa disadari dan menjadi sebuah kebiasaan. Saat ingin menjauhkan anak dari bahaya “jangan” saat meminta anak diam “jangan berisik”, selalu seperti itu.

Padahal terlalu sering melarang anak justru tidak baik untuk perkembangannya. Anak akan merasa dibatasi ruang geraknya. Dalam beberapa kasus, larangan seperti ini justru akan membuat anak merasa penasaran dan melakukan hal yang dilarang. Tentu akan membahayakan keselamatannya, bukan?

Kurang mendengarkan anak

Salah satu kunci dalam mendidik anak adalah perhatian dan kasih sayang. Bentuk perhatian ini bisa Mam berikan dengan mendengarkan anak. Hal ini sering dilupakan karena pada dasarnya orang tua merasa bahwa merekalah yang seharusnya didengarkan. Padahal Si Kecil juga punya hak untuk didengarkan oleh orang tuanya.

Pastikan untuk selalu mendengarkan Si Kecil. Terlebih saat ia bercerita tentang hari-harinya saat tidak berada di bawah pengawasan Mam secara langsung. Secara tidak langsung hal ini juga akan membantu Mam untuk mengikuti tumbuh kembang Si Kecil.

Tidak pernah mengajak berdiskusi

Diskusi merupakan sebuah bentuk komunikasi efektif. Lewat diskusi, semua pesertanya bisa mengungkapkan hal-hal yang diinginkan atau tidak. Nah hal ini juga baik diterapkan pada keluarga, Mam. Dengan diskusi, tiap anggota keluarga bisa mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini dipendam.

Namun sayangnya sering kali orang tua tidak mengajak anak untuk berdiskusi. Orang tua kerap menganggap bahwa keputusannya adalah mutlak dan pasti terbaik untuk anaknya. Padahal kenyataannya tidak demikian, bisa jadi anak justru merasa tidak nyaman atau tertekan karena keputusan orang tuanya. Untuk mencegahnya, cobalah melibatkan anak dalam diskusi keluarga.

Membanding-bandingkan anak

Saat berkumpul dengan orang tua lain Mam tentu akan mendengar tumbuh kembang anak lainnya. Mungkin ibu A akan berkata kalau anaknya sudah bisa melakukan ini dan ibu B bercerita anaknya pun begitu. Hal ini bisa memicu Mam untuk membanding-bandingkan Si Kecil dengan anak lainnya.

Ada baiknya Mam menghindari untuk melakukan perbandingan pada anak. Meski mungkin motivasinya adalah untuk memicu anak supaya menjadi lebih baik lagi, membanding-bandingkan tetaplah bukan hal yang baik. Terlebih membandingkan anak dengan kakak atau adiknya. Ini karena membanding-bandingkan hanya akan membuat anak merasa minder.

 

Mendidik anak merupakan tugas utama orang tua. Dengan didikan yang benar maka anak akan menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesamanya. Mam bisa menghindari empat kesalahan di atas supaya Si Kecil bisa tumbuh sesuai dengan harapan dan menjadi pribadi yang membanggakan. Tetap semangat Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :