Jangan Membentak, Lakukan Hal Ini saat Si Kecil Rewel

Membentak karena marah Apda si kecil? Kita semua, termasuk Mam pasti tahu bahwa hal itu berakibat buruk pada si kecil. Walaupun Mam sudah berniat untuk tidak lagi membentak ketika sedang marah pada anak, tapi jika sudah berada dalam emosi pasti sulit untuk mengontrolnya. Membentak pada Si Kecil tidak hanya akan memperburuk hubungan antara dia dengan Mam, namun juga:

  • Menghambat pola pikir anak;
  • Si kecil menjadi kurang nyaman;
  • Anak hilang kepercayaan diri;
  • Pengendalian emosi si kecil memburuk;
  • Anak jadi lebih rentan memiliki gangguan kejiwaan;
  • Bisa menyebabkan gangguan pendengaran pada anak;
  • Si kecil berisiko meniru kekerasan serupa dalam kesehariannya;
  • Jantung anak akan kelelahan; dan
  • Anak menjadi kurang inisiatif karena takut salah.

Ketika sedang marah pada si kecil yang rewel berulah, memang cara pertama agar Mam tidak membentak si kecil yaitu dengan membayangkan akibat-akibat buruk seperti yang dijelaskan di atas. Setalah itu jika Mam masih ada emosi yang meluap-luap untuk membentak, baiknya lakukan hal-hal di bawah ini saat si kecil rewel.

Biarkan si kecil tahu bahwa Anda marah

Karena komunikasi adalah hal yang utama antara Mam dengan si kecil, jadi ketika Mam sedang marah pada dirinya yang berulah, sebaiknya beritahu atau beri gestur yang menandakan kepada si kecil bahwa Mam sedang marah. Bisa dengan cara berbicara secara tenang setelah menarik nafas panjang atau dengan gestur membalikan badan, memberikan informasi pada anak bahwa Mam sedang marah.

Dilansir dari Liputan6, dalam buku berjudul Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Conecting yang ditulis oleh Dr. Laura Markham pada 2012, disampaikan bahwa dengan menggendong, memeluk atau memangku anak sambil mengatakan kepada si kecil untuk diam sebentar sampai tenang akan membuat dirinya lebih rileks dan Mam pun bisa menenangkan diri bersamanya.

Keluar lah dari area konflik

Jika merasa emosi untuk membentak tidak dapat Mam tahan, sebaiknya segera keluar dari area di mana konflik terjadi dan mintalah pasangan untuk berkomunikasi dengan baik pada si kecil, sedangkan Mam menenangkan diri di luar area itu.

Umumnya orang yang tidak terlibat langsung dalam area konflik itu, akan lebih berkepala dingin sehingga mudah menenangkan dan menasehati si kecil yang rewel. Tak ada maksud melimpahkan problem, namun berupaya untuk mencari solusi bersama.

Beri batas waktu

Marah bisa jadi bertahan dalam waktu lama maupun hanya sebentar. Ketika Mam sedang marah namun tak ingin membentak, sebaiknya meninggalkan ruangan sambil mengatakan pada si kecil yang berulah bahwa Mam sedang marah dan akan melakukan hal lain untuk menenangkan diri sehingga ketika kembali akan merasa lebih baik.

Berikan senyuman pada si kecil ketika ia mengerti

Ketika si kecil mengerti bahwa karena kerewelan atau ulahnya Mam menjadi marah, sebaiknya Mam berikan apresiasi berupa sebuah senyuman kepadanya karena telah mengerti.

Dengan begitu anak akan lebih merasa dihargai, merasa lebih baik dan berusaha untuk membuat orang tuanya merasa senang pula.

Gunakan cerita

Melihat dari perspektif yang tepat adalah salah satu cara terbaik untuk menenangkan diri. Begitu pula ketika sedang berkobar emosi, Mam sebaiknya membayangkan perspektif si kecil mengapa ia berulah demikian. Nanti Mam juga akan paham sehingga bisa lebih tenang dan pengertian.

Selain itu, jika menggunakan perspektif si anak dan pengalaman Mam sewaktu kecil, pasti ingat bahwa salah satu hal yang disukai anak-anak adalah cerita. Jadi sebaiknya gunakan cerita sebagai media untuk menyampaikan nasihat Mam kepada si kecil, terutama dengan menyertakan karakter atau tokoh kegemarannya dalam cerita. Pasti si kecil jadi teralihkan perhatiannya dan ingin mendengarkan lanjut cerita Mam.

Itulah beberapa kiat-kiat yang bisa Mam lakukan ketika Mam sedang marah karena rewelnya si kecil namun tidak ingin membentaknya. Semoga bermanfaat!

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :