Mam, Inilah Dampak Terlalu Memanjakan Anak

Menyayangi anak merupakan kewajiban semua orang tua. Salah satu cara yang sering dilakukan oleh orang tua untuk menyayangi anak adalah dengan memanjakannya. Memanjakan anak memang tidak ada salahnya, namun tidak boleh berlebihan. Terlalu memanjakan anak justru akan berdampak buruk baginya lho, mam. Kenapa? Berikut beberapa dampak terlalu memanjakan anak yang perlu mam ketahui!

Tidak mandiri

Anak yang terlalu dimanja akan menjadi tidak mandiri. Kebiasaan bergantung kepada orang tua akan membuat anak kurang bisa melakukan berbagai hal dengan kemampuannya sendiri. Padahal, kemandirian merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki anak ketika beranjak dewasa. Anak yang sudah terbiasa mendapat perlakukan istimewa dari orang tuanya cenderung tidak mandiri karena selalu mendapat kemudahan dari orang tua. Hasilnya, karakter mandiri yang diperlukan anak tidak dapat terbangun.

Tidak mampu bersikap penuh tanggung jawab

Dampak negatif yang ditimbulkan dari terlalu memanjakan anak termasuk pula ketidakmampuan anak untuk bersikap penuh tanggung jawab. Hal ini merupakan hasil dari kebiasaan orang tua yang selalu memberikan semua keinginan anak tanpa pertimbangan. Anak pun gagal belajar tentang konsep dan sikap tanggung jawab. Lebih jauh, anak yang terlalu dimanja juga akan menjadi malas, tidak termotivasi, dan mudah marah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Akhirnya, anak manja akan tumbuh besar tanpa adanya kematangan cara berpikir dan secara emosional. Membuatnya mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah saat dewasa.

Bersikap kurang sopan

Karena terbiasa mendapatkan semua yang diinginkan dengan merengek dan memanipulasi orang-orang di sekitarnya, anak yang terlalu dimanja tidak mengetahui cara lain untuk mengungkapkan keinginannya melalui cara yang lebih positif. Ketidakmampuan mengekspresikan diri inilah yang kemudian membuat perilaku anak manja biasanya negatif. Pemberontakan biasanya menjadi respon alami yang dilakukan oleh anak-anak manja yang terlalu dilindungi sehingga membuatnya bersikap tidak sopan dan seringkali menantang.

Anak menjadi kurang kreatif

Anak yang dimanja cenderung kurang kreatif. Bila dibandingkan dengan anak yang sudah dari kecil diajari untuk membantu orang tua, akan sangat terasa perbedaannya. Anak yang mandiri biasanya memiliki pola pikir yang cenderung lebih dinamis jika dibandingkan dengan anak yang terbiasa untuk selalu dimanja. Kekurangan ini tentunya akan menyulitkan anak untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang akan dihadapi saat bergaul atau belajar.

Kesulitan melakukan interaksi dengan lingkungan luar

Apabila anak terlalu dimanja, ia akan terbiasa dengan kehidupan yang murah dan menyenangkan. Memberikan kehidupan yang seperti itu kepada buah hati kesayangan tentu bukan sebuah hal yang salah, namun jika berlebihan anak nantinya akan kesulitan berinteraksi dengan lingkungan luar lho, mam. Anak akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan luar yang pastinya tak melalu akan mengikuti keinginannya.

Sukar mengembangkan kemampuan

Bila ingin mengembangkan kemampuan anak, mam harus menempatkannya dalam posisi yang terdesak. Misalnya dengan memberikan tantangan, mengajaknya melakukan petualangan, hingga memberikan tugas serta tanggung jawab. Hal inilah yang tidak didapatkan oleh anak yang terbiasa dimanja. Anak yang terlalu dimanja akhirnya juga akan sukar mengembangkan kemampuannya karena kurangnya tantangan dan gangguan yang harus ia hadapi sendiri. Alih-alih mengembangkan kemampuan, anak yang dimanja akan nyaman menikmati semua hal di zona amannya.

 

Itulah beberapa dampak terlalu memanjakan anak yang perlu mam ketahui dan perhatikan. Memanjakan anak memang boleh-boleh saja, namun jangan sampai berlebihan dan menyebabkan dampak buruk bagi buah hati, ya. Semoga bermanfaat!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :