Mam, Inilah Pentingnya Perhatian Secara Individu untuk Anak

Memiliki buah hati pastinya menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi Mam karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama bisa memiliki buah hati sendiri. Terlebih bila Mam dikaruniai lebih dari satu buah hati, pastinya rasa senang dan bangga menjadi lebih besar. Menjadi orang tua memang tidak ada tempat untuk belajar seperti sekolah atau kuliah. Menjadi orang tua merupakan peran yang harus dijalani dan dipelajari melalui praktik langsung.

Mam tidak bisa berharap menjadi orang tua yang sempurna bagi Si Kecil. Namun Mam selalu bisa untuk memberikan dan berusaha yang terbaik untuk buah hati. Termasuk memberikan perhatian individu kepada anak. Saat Mam memiliki lebih dari satu buah hati pastinya Mam harus pintar-pintar membagi waktu untuk memberikan perhatian kepada kakak dan adik. Jangan sampai karena si adik masih kecil dan membutuhkan perhatian lebih, Mam jadi mengabaikan si kakak. Mengajak si kakak untuk membantu Mam mengurus adik juga terkadang masih menimbulkan rasa iri pada diri si kakak.

Memberikan waktu dan perhatian yang sama kepada kakak dan adik bisa membantu mereka meningkatkan rasa percaya diri. Namun, dengan memberikan waktu dan perhatian khusus secara individu untuk kakak dan adik bisa menumbuhkan rasa menghargai dirinya sendiri. Mam bisa saja menghabiskan waktu bermain bersama dengan adik dan kakak sekaligus untuk menaikkan bonding di antara mereka. Namun, Mam tetap jangan lupa untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan kakak atau adik.

  1. Luangkan waktu untuk ngobrol berdua

Mam bisa meluangkan waktu 10-15 menit untuk ngobrol berdua saja dengan si kakak. Berilah pertanyaan seputar kegiatan yang ia lakukan selama satu hari tadi dan pancinglah ia untuk bercerita. Dengarkan dan perhatikan saat si kakak bercerita dan jangan melakukan hal lain selain ngobrol. Jadikan momen ini untuk membangun kedekatan emosional antara Mam dan si kakak. Dengan begini, ia akan merasa bahwa orang tuanya peduli dan perhatian kepadanya.

 

Mam juga harus melakukan hal yang sama terhadap si adik. Jika si adik sudah bisa diajak mengobrol, ajaklah ia berbicara seperti yang Mam lakukan kepada si kakak. Jangan melibatkan si kakak saat Mam menghabiskan waktu dengan si adik sendiri. Sama seperti jangan melibatkan si adik saat Mam memberikan waktu untuk si kakak. Hal ini akan membuatnya merasa dihargai sebagai dirinya sendiri tanpa embel-embel sebagai adik atau kakak.

 

  1. Lakukan aktivitas favorit

Dengan adanya adik, waktu dan perhatian Mam akan lebih tersita untuk adik. Mam mungkin lebih sulit menemukan waktu untuk bisa mengantar si kakak sekolah atau pergi berenang seperti saat sebelum si adik lahir. Mam bisa saja meminta orang lain untuk mengantar si kakak, namun Mam tetap harus sesekali meluangkan waktu untuk mengantar si kakak dan menemaninya melakukan aktivitas favoritnya. Ini supaya si kakak tidak merasa ditinggalkan oleh Mam.

 

Mam bisa sesekali menitipkan si adik kepada asisten rumah tangga atau kepada kakek dan neneknya sedangkan Mam menemani si kakak melakukan aktivitas hariannya mulai dari berangkat sekolah hingga pergi les berenang. Bisa juga saat malam hari ketika si adik sudah tertidur, Mam bisa menemani si kakak untuk tidur dan membacakan dongeng seperti sebelum ada adik.

 Dengan melakukan dua hal ini, Mam bisa mengurangi rasa cemburu yang bisa timbul dalam diri kakak. Ia tidak akan merasa bahwa perhatian yang diberikan untuknya berkurang karena hadirnya si adik. Juga, usahakan untuk rutin melakukan aktivitas berdua saja dengan kakak atau adik dan tidak hanya sesekali saja. Semakin sering perhatian yang diberikan Mam untuk keduanya secara individu semakin tinggi rasa percaya diri dan menghargai diri di kepribadian kakak dan adik.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :