Memperkuat Bonding dengan Anak Adopsi

Mengadopsi seorang anak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi sebagian pasangan suami istri. Mungkin proses adopsi bisa berjalan lancar, tetapi lain halnya dengan Si Kecil itu sendiri. Tentu dalam diri Mam dan Ayah ada rasa khawatir terhadap Si Kecil bagaimana ia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga barunya. Mampukah ia menjalin ikatan yang kuat layaknya dengan orang tua kandungnya sendiri? Tak hanya untuk Si Kecil, hal ini juga bisa menjadi tantangan untuk orang tua pengadopsi. Untuk itu, yuk simak beberapa tips berikut ini.

Buat Si Kecil Merasa Disayangi

Kemampuan setiap anak untuk beradaptasi tentu berbeda-beda. Jika Si Kecil masih berusia kurang dari enam bulan, mungkin pada awalnya ia akan sedikit rewel, tetapi dalam beberapa minggu ia akan menyesuaikan. Mam juga harus sering-sering menggendongnya, memberi belaian lembut, me-ninabobo-kannya sebelum tidur, dan hal-hal lain yang bisa membuatnya merasa disayangi.

Akan lebih sulit jika usia Si Kecil sudah menginjak balita. Jangan biarkan dia merasa kesepian karena telah kehilangan teman-temannya di tempat sebelumnya dan akhirnya menutup diri. Jika Mam ada di posisi ini, perbanyaklah melakukan hal-hal dengan Si Kecil secara bersama-sama. Puji dia ketika melakukan hal baik agar dia merasa dihargai dan semakin percaya diri. Dengan begitu, ia akan dengan mudah membuka pintu hati untuk Mam.

Ajak Si Kecil Berbicara Lebih Banyak

Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Sama halnya dalam mengadopsi seorang anak. Si Kecil yang baru saja menjadi bagian dari keluarga tentu masih merasa malu untuk membuka diri karena ia belum seberapa mengenal orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, Mam harus menjalin keakraban dengannya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengobrol. Sering-seringlah mengobrol dengan Si Kecil dalam berbagai hal. Jika Si Kecil masih dalam usia yang tidak memungkinkan untuk mengobrol, maka ajarkan dia kata-kata baru dan melibatkannya dalam aktivitas-aktivitas yang mendorongnya untuk mulai berbicara.

Libatkan Juga Anggota Keluarga yang Lain

Anggota keluarga yang lain ini bisa kakek, nenek, dan bahkan buah hati Mam yang berusia lebih tua dari Si Kecil. Ajaklah mereka bermain dan makan bersama. Beri mereka waktu lebih banyak untuk beraktivitas bersama. Hal ini bisa membuka jalan bagi Mam untuk menjalin ikatan lebih dalam. Pada awalnya mungkin memang susah, tetapi jangan biarkan sang Kakak berputus asa untuk menghibur dan bersenda gurau dengan Si Kecil. Jika usia mereka tidak terlalu jauh berbeda, ini bisa jadi lebih mudah karena pola pikir yang hampir sama. Semakin banyak keduanya meluangkan waktu bersama, maka Si Kecil akan merasa memiliki kedudukan yang sama dengan Si Kakak sehingga tidak perlu menutup diri lagi.

Membuat Si Kecil Merasa Bahwa Dia Bagian dari Kelaurga

Misalnya dalam memilih pakaian, dekorasi ruangan, atau bahkan menu makan malam, biarkan Si Kecil ikut serta untuk menyuarakan pendapatnya. Semakin ia diberi kesempatan, maka ia akan merasa semakin menjadi bagian dari keluarga dan ia pun akan memahami perannya di lingkungan keluarga baru. Jika ia sudah memahami perannya, maka akan lebih mudah untuk diajak bekerja sama menjalin ikatan.

 

Semakin cepat Si Kecil mengenal kelaurga Mam dan beradaptasi, maka proses menjalin ikatan ini pun bisa berjalan lebih lancar. Buatlah Si Kecil merasa bahwa keluarga barunya juga sangat menyayanginya. Dengan begitu, ikatan anak-orang tua ini akan menguat secara alami tanpa adanya paksaan. Dan ingat, semua proses memerlukan waktu, jadi Mam tidak perlu terburu-buru.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :