Mengatasi Si Kecil yang Terkenal Bully di Sekolah

Belakangan ini memang sedang marak diperbicangkan pelaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah anak. Sebagai orang tua tentunya Mam akan sangat khawatir dan marah besar dengan pihak sekolah jika anak Anda menjadi salah satu korban bullying. Perundung atau tukang bully seringkali menyakiti korbannya melalui perkataaan dan sikapnya, namun lebih parah lagi kalau sudah main fisik. Tidak ada orang tua yang ingin hal buruk seperti itu terjadi pada buah hatinya. Namun, bagaimanan jika tanpa diketahui oleh Mam si kecil merupakan pelaku bully? Apakah ada cara untuk mengatasinya?

Ajak si kecil Berbicara

Ketika Anda mulai menerima laporan atau teguran dari sekolah atau sesama orang tua kalau anak Anda merupakan tukang bully, langkah pertama yang harus Mam lakukan adalah jangan langsung memarahi anak tersebut atau bahkan berbuat kasar padanya. Ajaklah si kecil untuk berbicara baik-baik secara empat mata, dari hal ini Mam bisa mengetahui apa masalah yang sebenarnya sedang dihadapi oleh anak. Mungkin saja anak Anda iri terhadap temannya atau bahkan ia merasa kurang perhatian dari Anda. Setelah Anda mengetahui apa alasan ia mem-bully temannya, Anda pun bisa menemukan solusi dari permasalahan ini. Berusahalah untuk tetap bersikap bijak dan netral, jangan membelanya kalau ia memang salah.

Pertemukan si kecil dengan Temannya

Setelah berbicara dengannya, langkah selanjutnya ada menemui anak yang menjadi korban bully anak Anda. Tanyakan padanya apa yang sudah anak Anda lakukan dan jangan lupa untuk mengajak anak Anda dalam pertemuan tersebut. Bagaimanapun Anda harus tahu masalah yang sebenarnya terjadi, bisa saja anak Anda yang salah namun bukan berarti temannya tidak mungkin berbuat salah. Jika memang anak Anda yang salah, jangan ragu untuk menyuruhnya minta maaf. Jangan pernah membela anak atas kesalahan yang sudah dilakukan olehnya, karena hal tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab.

Mengawasi Media yang Dikonsumsi si kecil

Sebagai anak-anak, otak si kecil memang belum bisa membedakan dengan benar mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Oleh karena itu, tidak semua hal yang ia terima atau lihat cocok untuk dikonsumsi olehnya. Batasi anak dari tontonan-tontonan atau bacaan yang tidak sesuai dengan usianya, khususnya bagi media yang berisi hal-hal tidak senonoh atau kekerasan. Membatasi bukan berarti anak Anda tidak boleh mengetahui hal-hal semacam itu, ada kalanya si kecil harus diajarkan beberapa fakta di dunia namun setelah ia cukup umur dan memiliki mental yang lebih siap. Jadilah orang tua yang tidak hanya bijak dalam mengambil keputusan, tetapi juga pada asupan informasi yang akan diberikan kepada sang anak.

Berkoordinasi dengan Guru

Setelah mengetahui kalau anak Anda adalah seorang perundung, mungkin kini sudah saatnya Anda berkoordinasi dengan guru di sekolah anak Anda. Karena Anda tidak bisa mengawasinya secara 24 jam full, membicarakan hal ini kepada gurunya merupakan langkah yang tepat. Tanyakan pada guru siapa saja teman anak Anda di sekolah dan apakah teman-temannya itu membawa pengaruh buruk pada anak Anda atau tidak.

Dekatkan diri pada Anak

Salah satu alasan mengapa seorang anak menjadi perundung atau tukang bully adalah karena mereka merasa butuh perhatian dan kasih sayang. Hal tersebut tidak selamanya berasal dari diri sang anak, bisa saja sikap Anda sebagai orang tua yang kurang perhatian menjadi alasannya.

Nah, itulah beberapa cara mengatasi anak yang terkenal tukang bully di sekolah. Kalau memang Anda kurang perhatian padanya, kini mulailah untuk mencurahkan perhatian Anda selagi bisa. Tanya apa yang ia sukai, apa yang sedang dilakukan olehnya, dan dukung selalu minat anak sekalipun hal tersebut merupakan hal yang remeh. Penolakkan atau kurangnya perhatian Anda bisa membuat si kecil kesipian dan mencari pelampiasan.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :