Menjaga Hubungan Sehat Antara Mam dan Si Kecil

Hubungan antara ibu dan anak adalah salah satu hubungan terindah di dunia. Setuju, Mam? Selama sembilan bulan Mam mengandung Si Kecil, melahirkannya, lalu merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, ikatan tersebut dapat mengendur karena hubungan tidak sehat yang disebabkan oleh berbagai hal.

Jangan biarkan hal tersebut terjadi, Mam. Menjaga hubungan sehat dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana, kok. Beberapa di antaranya bisa Mam simak di bawah ini. 

Fokus Menjadi Orang Tua yang Baik

Mam dan Ayah adalah guru utama yang dituju Si Kecil untuk belajar tentang moral, nilai-nilai kehidupan, etika, cara menghadapi konflik, berinteraksi dengan lawan jenis, dan sebagainya. Bahkan ketika Si Kecil telah beranjak remaja dan meskipun sepertinya Mam serta Ayah tidak lagi memiliki pengaruh sebesar dulu, mereka sebenarnya masih akan berkaca pada Mam dan Ayah untuk mempelajari hal-hal tersebut. Oleh sebab itu, Mam harus fokus menjadi orang tua yang baik, jangan hanya fokus mendidik Si Kecil menjadi anak yang baik. Si Kecil pasti akan menerapkan contoh-contoh baik yang dilihatnya melalui Mam dan Ayah.

Membangun Fondasi Hubungan Sedini Mungkin

Anggap hubungan Mam dan Si Kecil merupakan sebuah rumah. Agar bangunannya kokoh dan tidak rusak, tentu dibutuhkan pondasi yang kuat. Dalam hal ini, pondasi tersebut harus dibangun sedini mungkin, yakni sejak Si Kecil masih dalam kandungan. Seringlah mengajaknya mengobrol dan berinteraksi. Ketika lahir, luangkan waktu dan energi sebanyak mungkin demi Si Kecil. Hal tersebut tidak hanya memberi dampak langsung, tapi juga pada masa depan. Memang, tidak ada kata terlambat untuk memulai hubungan yang penuh kasih sayang, tetapi menciptakan fondasi yang solid tentu lebih mudah daripada harus memperbaiki hubungan yang rapuh.

Luangkan Waktu yang Cukup untuk Si Kecil

Rasanya hampir tidak mungkin membangun hubungan yang kuat tanpa melibatkan aspek kuantitas waktu bersama, bukan hanya kualitas. Selagi menghabiskan waktu bersama, Mam bisa belajar bagaimana cara memenangkan hati mereka sekaligus mengenal mereka lebih jauh lagi. Ingat, Mam, Si Kecil akan semakin susah “dijangkau” ketika remaja nanti karena semakin banyaknya teman yang mereka temui. Jadi, manfaatkan waktu yang ada kini untuk dilalui bersama Si Kecil sesering mungkin. Jangan sampai Mam merasa menyesal ketika suatu hari Mam mendapati rumah terasa sepi karena anak-anak sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Berikan Kepercayaan pada Si Kecil

Sepertinya masih banyak orang tua yang berkata kepada Si Kecil bahwa mereka baru akan memberi kepercayaan jika anak-anak mampu membuktikan diri mereka memang dapat dipercaya. Tujuannya mungkin memang baik, bahwa kepercayaan harus diperjuangkan, namun hal tersebut justru akan membuat Si Kecil merasa terkekang dan enggan untuk membuka diri mereka kepada Mam dan Ayah. Sebaiknya, sejak awal Mam memberikan kepercayaan pada Si Kecil dan katakan bahwa akan ada konsekuensi yang harus ditanggung apabila mereka menyalahgunakannya. Dengan begitu, Si Kecil akan belajar untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Mam.

 

Itulah beberapa cara yang dapat diterapkan untuk membangun dan menjaga hubungan sehat antara Mam dan Si Kecil. Jangan sampai ikatan yang dulu terbentuk sejak Si Kecil masih dalam kandungan jadi mengendur. Semoga cara-cara di atas bisa membantu Mam untuk menjaga ikatan tersebut.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :