Plus Minus Homeschooling

Ketika berbicara mengenai pendidikan Si Kecil, Mam pasti berusaha untuk mencari sekolah yang terbaik bukan? Dikutip dari situs web Huffington Post, ada tiga tipe sekolah yang bisa para orangtua pilih untuk anak-anak mereka, yaitu: sekolah publik, sekolah privat (swasta), atau homeschooling. Jika membandingkan biaya antara sekolah publik dan sekolah privat, keduanya bisa jauh berbeda. Di Indonesia, hampir seluruh sekolah publik dari SD hingga SMA sudah gratis, tidak seperti sekolah sekolah privat yang mengharuskan Mam merogoh kocek yang lebih dalam. Bahkan untuk beberapa sekolah privat, uang masuk TK saja sudah sama dengan uang masuk anak kuliah.

Namun sekolah privat (yang diatas rata-rata) memberikan keuntungan yang tidak bisa diberikan oleh sekolah publik, salah satunya adalah kemampuan murid lebih terpantau karena jumlah murid yang tidak terlalu banyak dalam satu kelas. Lalu bagaimana dengan tipe sekolah yang terakhir? Apakah homeschooling tetap mengharuskan Mam mengeluarkan yang tidak kalah besar sekalipun Si Kecil belajar dirumah? Bagaimana dengan kemampuan bersosialisasinya? Apakah homeschooling dinilai cukup efektif dalam menanamkan karakter dan mengiringi tumbuh-kembang Si Kecil?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terbesit di pikiran Mam ketika ingin menyekolahkan Si kecil di rumah. Untuk menjawab rasa penasaran Mam, berikut plus-minus yang dimiliki oleh homeschooling dan harus Mam perhatikan:

  1. Satu kelas tidak memiliki banyak anak, tetapi pengalaman sosialisasi yang rendah

Karena belajar dirumah, tentu saja murid satu kelas homeschooling tidak sebanyak di sekolah publik atau privat. Hal ini membuat guru bisa lebih fokus dan memaksimalkan potensi apa yang Si Kecil miliki. Namun terbatasnya teman bermain Si Kecil juga membuat pengalaman sosialisasinya rendah, Si Kecil sedikit-banyak akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari kemampuan bekerja  dalam tim, memimpin, dan berorganisasi.

  1. Fleksibel, tetapi butuh komitmen ekstra

Karena tidak terikat oleh standar sekolah umum, maka pelajaran-pelajaran yang dipelajari dalam homeschooling pun lebih fleksibel. Mam bahkan secara khusus bisa menyelipkan nilai-nilai yang keluarga Anda selalu terapkan dalam kurikulum pembelajaran, sesuatu yang tidak bisa dilakukan apabila Si Kecil bersekolah di sekolah publik atau privat. Namun karena itu pula, homeschooling lebih membutuhkan komitmen dan keterlibatan orangtua dibanding biasanya. Mam tidak bisa hanya sekedar mengantarnya ke sekolah pada pagi hari, kemudian mempercayakan sepenuhnya pada pihak sekolah setelahnya. Tanggung jawab Mam akan sedikit lebih besar dibanding Mam menyekolahkan mereka di sekolah privat atau publik. Belum lagi jika perlindungan orangtua tersebut justru membuat Si Kecil ketergantungan kepada Ayah dan Mam-nya.

  1. Mempelajari studi kasus dibanding sekedar teori, tetapi sedikit lebih individualis

Karena bertujuan untuk memaksimalkan potensi diri, maka guru-guru homeschooling cenderung lebih sering memberikan pelajaran yang langsung berkaitan dengan kasus tertentu ketimbang hanya mengajarkan teori-teori. Hal ini baik bagi Si Kecil karena dapat meningkatkan kreativitas dan cara berpikir. Namum karena tidak banyak orang yang bisa Ia temui di sekolah, maka Ia menjadi lebih sulit untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan individualis.

  1. Pergaulan berbeda usia, tetapi biaya pun sedikit ekstra

Nilai plus lain yang bisa Mam dapatkan jika Si Kecil mengikuti program homeschooling adalah memberikan kesempatan untuknya bergaul tidak hanya dengan teman sebaya, tetapi pergaulan berbeda usia karena hubungan tutor (guru) dengan murid akan sedikit lebih intens. Namun, biaya homeschooling memang tidak bisa dikatakan murah. Dikutip dari situs web JPNN, biaya homeschooling di daerah Surabaya atau Indonesia Timur umumnya berkisar di angka Rp 17 juta – Rp 25 juta. Sedangkan untuk SPP, sekitar Rp 750 ribu – Rp 1,6 juta perbulan harus disiapkan oleh Mam.

Namun dibalik semua plus-minus yang ada, Kak Seto dalam situs web Okezone menegaskan bahwa derajat anak-anak yang homeschooling dengan anak-anak yang bersekolah di sekolah privat atau publik tetaplah sama. Lagipula sekolah privat dan publik pun sebenarnya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh sebab itu, putuskan yang terbaik dari yang terbaik ya Mam!

 

Baca juga:

MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :