Pola Asuh yang Salah Bisa Membuat Buah Hati Rentan Alami Stres Lho, Mam

Photo credit: Pexels

Mengasuh dan mendidik Si Kecil memanglah bukan sebuah perkara yang mudah. Ada banyak usaha yang harus Mam lakukan agar pola asuk yang diberikan bisa tepat. Tentunya, sebagai ibu baru, Mam akan banyak bertanya pada orang lain atau mencari pengetahuan tambahan untuk mengasuh buah hati. Meski sudah berpengalaman dengan anak pertama, Mam juga terkadang tidak bisa menerapkan pola asuh yang sama pada anak selanjutnya karena umumnya sifat anak-anak pasti berbeda.

Jangan sampai Mam salah pola asuh sehingga bisa menyebabkan Si Kecil rentan stres. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak rentan stres, gejala yang ditunjukkan serta penanganan yang harus diberikan. Berikut penjelasannya!

Pola asuh yang salah menyebabkan Si Kecil rentan stres

Risiko anak mengalami stres meningkat jika saja orang tua tidak bisa memahami apa yang diinginkan Si Kecil. Karena belum bisa mengungkapkan apa yang ia inginkan secara jelas, umumnya anak kecil akan menggunakan bahasa tubuh dan isyarat. Butuh usaha yang ekstra memang untuk mengetahui apa penyebab bayi menangis. Bisa saja karena haus, popok yang penuh, atau cuaca yang membuatnya tidak nyaman.

Agar Si Kecil tidak mudah stres, Mam harus bisa menjadi sosok yang peka dan responsif terhadap keinginan anak, meski diungkapkan dalam bentuk isyarat dan bahasa tubuh. Jika Mam tidak bisa memahami dengan cepat dan tepat apa keinginan Si Kecil, bisa membuatnya rentan merasa stres karena merasa tidak direspons. 

Hal ini berlaku juga jika Mam sedang menerapkan salah satu pola asuh, misalnya saja cara makan baby lead weaning. Jika Si Kecil tidak nyaman, maka ia akan menunjukkan dalam sikapnya. Jika ia merasa tidak nyaman, hentikan dan jangan paksakan. Jika Mam terus memaksanya sesuai dengan kehendak sendiri, hal itulah yang menjadi penyebab buah hati rentang stres.

Akibat penerapan pola asuh yang salah pada anak

Selain rentan stres, menerapkan pola asuh yang tidak sesuai dengan anak juga bisa membuatnya merasakan trauma yang berkepanjangan. Trauma yang berkepanjangan juga akan menyebabkan buah hati mengalami gangguan berpikir, sulit mengendalikan emosi, dan putus asa.

Efek lain dari penerapan pola asuh yang salah adalah buah hati yang sering merasa cemas hingga sering menyalahkan diri sendiri. Ia akan kesulitan membangun hubungan dengan orang lain sebagai akibat dari rasa trauma. Akumulasi dari semua perasaan negatif yang dimiliki Si Kecil akan berujung pada masalah kesehatannya.

Cara mengatasi anak yang stres karena salah pola asuh

Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda stres, menghentikan pola asuh yang diterapkan bukan menjadi jalan keluar satu-satunya. Mam juga harus melakukan penanganan pada rasa stres yang dirasakan Si Kecil. Caranya bisa dengan mengajak Si Kecil duduk dengan tenang dan menarik napas. Sama dengan orang dewasa, menarik napas juga bisa membuat Si Kecil lebih tenang. Pandu ia untuk menarik napas melalui hidung, tahan selama beberapa detik, kemudian menghembuskannya melalui mulut.

Cara lain yang bisa Mam tempuh adalah dengan membantunya merilekskan otot yang tegang akibat stres. Ajari buah hati untuk mengepalkan tangannya dan tahan posisi tersebut selama 5 detik. Selanjutnya, minta ia untuk perlahan-lahan membuka kepalan tangannya. Hal ini akan membantunya merasa jauh lebih tenang.

Jika pola asuh yang Mam terapkan memicu stres pada Si Kecil jangan menyerah dan merasa gagal. Carilah cara lain yang bisa membuatnya nyaman. Untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat, Mam juga bisa konsultasi dengan dokter anak.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :