Si Kecil Kidal? Berikut Cara Membuat Dirinya Cepat Berkembang

Mam, jumlah orang yang mengandalkan tangan kiri di setiap aktivitas sehari-hari mereka (kidal) memang belum banyak di Indonesia.  Bahkan situs web LeftyFretz menulis bahwa hanya sekitar 12% dari populasi manusia di seluruh dunia yang bertangan kidal, sementara 87% lainnya menggunakan tanggan kanan, dan kurang dari 1% merupakan ambidextrous (bisa menggunakan kedua tangan). Walaupun angka tersebut ditemukan dari penelitian-penelitian yang (kebanyakan) dilakukan di Amerika Utara atau Eropa Barat, tetapi presentase tersebut cukup membuktikan bahwa orang-orang yang bertangan kidal adalah minoritas.

Lalu, bagaimana jika Si Kecil termasuk ke dalam golongan minoritas tadi? Apakah lebih mengandalkan tangan kiri pada setiap aktivitas sehari-hari mereka justru malah memperlambat tumbuh-kembang Si Kecil?

Mam tidak perlu terlalu khawatir, bertangan kidal tidak akan membuat pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil melambat. Jika masih tidak percaya, Mam boleh menengok tokoh-tokoh berpengaruh dunia seperti Napoleon Bonaparte, Bill Gates, Oprah Winfrey, dan Barrack Obama. Dikutip dari situs web helloSehat, sebuah studi dari St. Lawrance University bahkan menunjukan bahwa orang-orang yang ber-IQ lebih dari 140 lebih banyak yang bertangan kidal, beberapa diantaranya adalah Albert Einsten, Newton, atau Leornado Da Vinci.

Oleh sebab itu, jika Si Kecil memang kebetulan kidal, berikut empat cara yang bisa Mam terapkan untuk membuat Si Kecil cepat berkembang:

  1. Musik, arsitektur, dan matematika

Sebagian besar orang-orang bertangan kidal memang dilahirkan dengan kemampuan multi talenta. Maksudnya, Ia bisa saja seorang pemusik yang baik sekaligus mahir dalam mengolah persoalan matematika. Dikutip dari situs web Oprah.com corpus callosum, bagian otak yang memungkinkan dua belahan otak berkomunikasi satu sama lain, 11% persen lebih besar dibanding orang-orang yang bertangan kanan. Oleh sebab itu, jangan batasi Si Kecil untuk fokus pada satu keseukaan saja. Arahkan mereka ke berbagai hal, khususnya ke dalam tiga bidang diatas tersebut. Hal itu akan membuat potensi yang dimilikinya keluar maksimal.

  1. Mempelajari public speaking

Statistik membuktikan bahwa empat dari tujuh presiden Amerika Serikat (AS) terakhir terbukti bertangan kidal. Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa Ronald Reagan, Presiden ke-40 AS  adalah seorang ambidextrous yang bertangan kidal awalnya namun dipaksa untuk menggunakan tangan kanan saat Ia masuk ke sekolah. Karena tidak menutup kemungkinan Si Kecil akan masuk dunia politik dan pemerintahan saat Ia besar nanti, maka tidak ada salahnya ketika Ia belajar public speaking semenjak dini.

  1. Membeli peralatan khusus anak bertangan kidal

Karena mayoritas orang di dunia ini menggunakan tangan kanan, maka bukan tidak mungkin Si Kecil mengalami kesulitan saat mempelajari sesuatu karena kebanyakan barang di desain hanya untuk orang-orang bertangan kanan. Sebagai contoh, Mam bisa membelikan gunting atau mouse komputer yang lebih lefty-friendly untuk memaksimalkan perkembangan Si Kecil.

  1. Memaksimalkan kegiatan yang menggunakan otak bagian kanan

Seperti yang dikutip dari situs web Parent24.com, otak bagian kanan lah yang lebih dominan untuk mengontrol tubuh bagian kiri seseorang. Oleh sebab itu, Mam bisa memaksimalkan perkembangan Si Kecil dengan aktivitas-aktivitas yang menggunakan otak kanan, seperti meminta mereka menulis nama mereka dari kiri ke kanan, lalu sebaliknya (kanan ke kiri). Jangan lupa untuk mengajarkan Si Kecil teknik menulis kidal untuk menghindari sakit di pergelangan tangan atau menulis dengan sangat lambat.

Walaupun berbeda dari orang-orang kebanyakan, bukan berarti ada yang salah dalam diri Si Kecil. Oleh sebab tiu, jangan pernah paksakan mereka untuk menulis atau aktivitas lainnya menggunakan tangan kanan. Biarkan Si Kecil mengikuti preferensi alami mereka karena disanalah letak kekuatan mereka.

 

Baca juga:

Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui

 

 

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :