Si Kecil Sering Usil Terhadap Teman-Temannya? Ini Hal yang Harus Mam Tahu!

Si Kecil sering usil, pola asuh, anak usil Photo Credit: Pexels

Saat bergaul dengan teman-teman seumurannya, Si Kecil bisa saja bertingkah usil. Ketika Si Kecil sering usik, bisa jadi itu merupakan caranya belajar memuaskan rasa ingin tahunya ataupun caranya bersenang-senang. Namun, tak jarang keusilannya bisa jadi memusingkan dan mengganggu. Mengapa dan apa yang harus Mam lakukan? Cek informasi berikut!

Ajak Si Kecil berdiskusi

Dari seluruh keusilan yang Si Kecil lakukan, sebenarnya ada hal positif di baliknya. Si Kecil sering usil berarti memiliki kreativitas dalam melakukan interaksi dengan teman-temannya. Jadi, Mam tidak perlu terlalu menghakimi Si Kecil atas perilakunya tersebut. Namun, bila sikap Si Kecil mengganggu teman-temannya, Mam bisa mengajaknya berdiskusi dan berbicara.

Mam bisa mengajak Si Kecil berdiskusi untuk menjelaskan bahwa ia bisa bertaman dengan cara yang lebih baik dan menyenangkan. Mam bisa menggunakan buku cerita atau media lainnya untuk memberikan contoh konkret kepada Si Kecil untuk melakukan hal-hal lebih baik sebagai pengganti keusilan yang sering ia lakukan dengan teman-temannya.

Dorong Si Kecil untuk melakukan hal-hal positif

Perlu Mam ketahui, anak yang sering usil dengan teman-temannya sebenarnya memiliki potensi menjadi leader bagi teman-temannya. Oleh karena itu, Mam bisa mendorong Si Kecil untuk melakukan hal-hal positif, seperti mendorongnya mengajak teman-temannya membuat sampah di tempatnya, mengajak teman membereskan mainan, dan berbagai hal positif lain.

Hindari menghukum Si Kecil dengan kekerasan

Tidak ada salahnya jika Mam mengenalkan konsekuensi (akibat) dari apa yang ia lakukan, misalnya bila keusilan yang dilakukan sudah berlebihan. Namun, hindari menghukum Si Kecil dengan kekerasan seperti memukul atau mencubitnya. Hal tersebut hanya akan menjadi contoh yang nyata bagi Si Kecil untuk menyelesaikan masalah dan akan melakukan hal tersebut ke teman-temannya.

Keusilan Si Kecil belum tentu berarti ia nakal

Anak-anak yang terlalu aktif belum tentu memperlihatkan perilaku yang nakal serta sikap pemberontak. Jadi, Mam tidak perlu terlalu khawatir. Si Kecil mungkin saja sedang melalui proses pengembangan kemampuan motorik kasarnya. Beberapa contoh aktivitasnya seperti melompat, berjalan, dan berlari.

Hal ini terutama ketika Si Kecil berusia di bawah tiga tahun. Gerakannya yang aktif dan keusilannya dengan teman-temannya menunjukkan kecerdasan motorik halus. Kemampuan motorik halus ini dapat dilihat saat Si Kecil sudah bisa mengancingkan pakaian, menyusun benda dengan teliti, dan berbagai aktivitas lain.

Biarkan dan tetap pantau

Perlu juga Mam ketahui bahwa Si Kecil sering usil mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Keusilan yang kerap ia lakukan mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasar yang sudah berkembang dengan baik. Apabila Si Kecil mempunyai humor yang baik, tidak jarang ia akan usil dan melakukan tingkah laku yang membuat teman-temannya tertawa.

Mam tidak perlu langsung melarang Si Kecil bertingkah usil, namun tetap pantau agar keusilan tersebut tidak melebihi batas. Karena Si Kecil sering usil biasanya memiliki perkembangan otak yang baik, Mam bisa membantu Si Kecil membantunya mencari dan menyalurkan bakat yang ia miliki sejak dini. Kegiatan usil bisa jadi salah satu caranya menyalurkan kreativitas yang sebenarnya bisa Mam ubah untuk menjadi sebuah kegiatan yang lebih positif.

 

Jadi, jangan buru-buru langsung memarahi Si Kecil apabila ia mulai terlihat usil. Ingat kembali ulasan yang sudah Mam baca di atas agar Mam tahu langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Good luck, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :