Ternyata, Jika Si Kecil Terlalu Sering Melihat Smartphone Itu Bisa Menghambat Kemampuan Bicaranya

Mam, memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran Si Kecil memang kerap digunakan oleh banyak orang tua. Smartphone menyediakan permainan animasi yang berwarna-warni, atau video-video menarik yang bisa memikat hati Si Kecil. Smartphone seringkali juga digunakan untuk mendistraksi Si Kecil untuk berhenti menangis atau membuat mereka diam saat para orang tua membutuhkan waktu untuk memasak, mandi, atau melakukan pekerjaan rumah lainnya. Smartphone memang memberikan banyak manfaat, namun juga memberikan konsekuensi. Menurut penelitian terbaru, Si Kecil yang terlalu lama dan sering smartphone terlalu lama dan sering akan membuat kemampuan bicara mereka terhambat.

Penelitian ini dilakukan pada 900 anak-anak berusia di bawah tiga tahun (batita) berusia enam bulan hingga dua tahun. Pada saat mereka berusia 18 bulan, ternyata sebanyak 20% dari batita tersebut terbiasa untuk menatap smartphone selama 28 menit sehari. Padahal, mereka yang menghabiskan waktu lebih banyak menatap layar smartphone memiliki kemungkinan kemampuan bicaranya terhambat dibanding mereka yang tidak menggunakan perangkat tersebut. Untuk setiap peningkatan penggunaan smartphone selama 30 menit, batita tersebut kemungkinan mengalami penundaan biacara ekspresif sebanyak 49%. Penelitian ini dipimpin oleh para pediatri di Hospital for Sick Children in Canada (SikcKids), yang kemudian dipresentasikan pada pertemuan tahunan Pediatric Academic Societies.

Untungnya, penelitian hanya menunjukan bahwa menatap layar smartphone terlalu lama dapat menghambat kemampuan bicara Si Kecil, bukan kemampuan lainnya seperti: memberi isyarat, bahasa tubuh, atau interaksi sosial.

SickKids memang belum bisa menemukan jawaban atas pertanyaan video seperti apa yang bisa menyebabkan kemampuan bicara Si Kecil terhambat, efek jangka panjang seperti apa yang dihasilkan ketika menatap layar smartphone terlalu lama, atau menjelaskan hubungan antara menatap layar smartphone terlalu lama dengan terhambatnya kemampuan bicara Si Kecil, namun hasil studi yang menunjukkan bahwa terlalu sering menatap layar smartphone bisa menghambat kemampuan bicara Si Kecil adalah alasan yang cukup bagi para Mam untuk meminimalisir penggunaan smartphone pada kehidupan Si Kecil. Dr. Jenny Radesky, seorang asisten profesor pediatri perilaku perkembangan di University of Michigan, menjelaskan bahwa sebenarnya anak berusia batita belum dapat memahami hubungan antara dunia dua dimensi yang berada dalam layar smartphone dengan dunia tiga dimensi yang berada di sekitarnya.

Canadian Paediatric Society menyarankan para orang tua untuk tidak memanfaatkan smartphone pada anak-anak mereka yang masih berusia di bawah dua tahun. Lagipula, dibanding memanfaatkan smartphone pada Si Kecil yang masih berusia terlalu dini, Mam lebih baik mengajak mereka mengobrol (meskipun mereka belum bisa menjawab balik) dan bermain di dunia nyata. Para ahli lainnya pun mengatakan bahwa kunci untuk mengembangan kemampuan bahasa dengan melakukan interaksi langsung sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, menjauhkan smartphone dari tangan mungil Si Kecil adalah sesuatu yang mustahil mengingat dunia ini sudah dipenuhi dengan segala sesuatu yang serba digital. Namun, memberi mereka lebih banyak waktu untuk melihat dunia nyata sebisa mungkin dapat memberikan mereka awal yang lebih baik.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :