Ternyata Membelikan Mainan Terlalu Banyak Tidak Baik Bagi Si Kecil

Anak-anak tentunya sangat menyukai mainan. Mainan dapat membuat si kecil aktif bermain dan menikmati waktunya sendiri. Banyak orang tua yang rela menghabiskan nominal uang cukup besar hanya untuk membahagiakan si kecil dengan membelikannya mainan kesukaan, bahkan dalam jumlah banyak.

Membelikan si kecil mainan memang tidak ada salahnya. Namun, apakah Mam tahu bahwa membelikan si kecil terlalu banyak mainan malah berdampak tak baik? Apa saja dampak tak baik tersebut?

Si Kecil Jadi Kurang Kreatif

Jika Mam membelikan si kecil terlalu banyak mainan, hal itu malah akan menghambat kreativitasnya. Ketika si kecil dihadapkan pada banyak pilihan mainan, maka si kecil tidak akan terfokus pada satu mainan saja sehingga membuatnya kurang memiliki ruang untuk berimajinasi.

Menurut eksperimen yang dilakukan Strick and Schubert (pekerja kesehatan masyarakat di Jerman), anak-anak sebenarnya memiliki kemampuan eksplorasi dan imajinasi yang tinggi terhadap lingkungannya, meski tanpa diberikan banyak mainan.

Dalam eksperimen itu, Strick dan Schubert meyakinkan sebuah kelas taman kanak-kanak untuk menyingkirkan semua mainan yang ada selama tiga bulan. Meskipun pada tahap awal eksperimen anak-anak cenderung merasa bosan, namun mereka mulai segera menggunakan lingkungan dasarnya untuk menciptakan permainan dan menggunakan imajinasi mereka.

Menghambat Perkembangan Keterampilan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Toledo mengungkapkan bahwa anak-anak yang diberikan terlalu banyak mainan dalam satu waktu akan terhambat dalam mengembangkan keterampilan yang dimilikinya. Penelitian yang mengobservasi 36 balita dari usia 18 hingga 36 bulan ini membagi penelitiannya menjadi 2 sesi. Sesi pertama menempatkan 4 mainan dalam sebuah ruangan di mana balita berada, sedangkan sesi kedua para balita diberikan 16 mainan.

Hasilnya, terlihat bahwa balita dengan 16 mainan cenderung lebih cepat mengalihkan perhatiannya dari satu mainan ke mainan yang lain. Sedangkan balita dengan hanya 4 mainan terlihat memiliki interaksi yang 2 kali lebih lama.

Hal ini juga menunjukkan bahwa memberikan lebih sedikit mainan kepada si kecil dapat memberikan ruang baginya untuk mengembangkan kemampuan seperti belajar melakukan berbagai interaksi, memerhatikan, terhubung dan mengembangkan fokus pada sesuatu.

Menghambat Kemampuan Sosial

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa melakukan komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya memiliki kemampuan sosial lebih baik ketimbang mereka yang hanya berkutat pada mainan semata.

Oleh karena itu, Mam sebaiknya tidak perlu membelikan si kecil terlalu banyak mainan agar si kecil dapat bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini akan membuat buah hati kesayangan Mam menjadi lebih aktif secara sosial dan tentunya baik bagi perkembangan interpersonalnya di masa depan.

Kurang Menghargai Sesuatu

Ketika anak-anak memiliki terlalu banyak mainan, maka mereka cenderung kurang menghargai setiap mainan tersebut. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa jika satu mainan rusak, mainan yang lain akan segera menggantikan.

Buat Mam yang ingin mengajarkan si kecil sedikit arti kepedulian dan bagaimana menghargai sesuatu, lebih baik berikan si kecil mainan dalam jumlah kecil yang bisa ia jaga dan hargai.

Itulah beberapa informasi mengenai dampak tak baik terlalu banyak membelikan si kecil mainan yang harus Mam ketahui. Dengan mengetahui hal ini, tentunya Mam bisa memberikan si kecil ruang lebih besar dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Apakah Mam masih ingin memberikan si kecil banyak mainan bulan ini? Pikirkan lagi!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :