Yuk Ajari Si Kecil Memelihara Tanaman

Mam, mengajarkan Si Kecil untuk berkebun dan memelihara tanaman sejak usia dini ternyata terbukti mampu mengembangkan karakter dan pengetahuan dalam dirinya. Dengan bermain di luar, Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang cinta terhadap alam. Selain itu, pengetahuannya juga tidak terpatok pada materi-materi yang dipelajarinya di sekolah saja. Si Kecil akan mengenal aneka jenis sayur-mayur dan buah-buahan yang selama ini hanya Ia lihat dari gambar di buku-buku pelajaran. Selain itu, mengenalkan sayuran dan buah-buahan pada Si Kecil juga bisa meningkatkan rasa suka mereka terhadap sayuran dan buah-buahan tersebut saat sudah diolah menjadi hidangan lho, Mam!

Nah, jika Mam berminat untuk mengajarkan Si Kecil cara memelihara tanaman, berikut 4 tips yang sebaiknya Mam perhatikan:

  1. Mulailah dalam jumlah kecil

Jika ini kali pertama Mam mengajarkan cara memelihara tanaman kepada Si Kecil, maka sebaiknya Mam mulai dalam jumlah kecil. Tanaman dengan jumlah kecil akan lebih mudah diurus dan tidak membuat Si Kecil kewalahan. Oleh karena itu, Mam bisa memulainya dengan menginstruksikan Si Kecil untuk menaruh biji bunga matahari di cangkir kecil, lalu menaruhnya di tempat yang cerah dan terkena sinar matahari. Mam juga bisa menaruh benih tomat di pot dan menaruhnya di teras

Proyek sederhana seperti ini terbukti efektif dalam mengajarkan Si Kecil dasar-dasar dari memelihara tanaman, seperti: membedakan mana tanah yang sehat dan mana yang tidak, tanaman membutuhkan sinar matahari untuk bertumbuh dan berkembang, serta seberapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanaman supaya mereka tidak kehausan atau malah kembung karena kebanyakan air.

  1. Pilihlah tanaman yang berbuah atau berbunga dengan cepat

Untuk membuat minat Si Kecil akan memelihara tanaman tetap terjaga, cobalah untuk memilih tanaman yang cepat tumbuh. Jika Mam ingin menanam dedaunan, Mam bisa memilih selada atau bayam karena mereka tumbuh dengan cepat dan bisa dipanen lebih dari satu kali. Begitu pula dengan lobak, kacang polong, atau wortel yang sudah bisa dipanen awal pada bulan-bulan Maret. Tomat ceri yang bisa dijadikan camilan lezat dan sehat pun bisa menjadi salah satu alternatif karena berbuah lebih cepat ketimbang tomat-tomat pada umumnya.

  1. Menggunakan alat-alat yang tepat

Karena saat berkebun Mam membutuhkan alat-alat khusus, maka jangan lupa ajarkan Si Kecil juga untuk menggunakan alat-alat khusus saat berkebun. Carilah sekop dan cangkul kecil yang pas dengan ukuran tangan mungil Si Kecil. Siapkan pula sepasang sarung tangan untuk melindunginya dari bakteri-bakteri yang mungkin masuk ke tangannya.

  1. Merawat dengan konsisten

Memelihara tanaman tentu membutuhkan konsistensi yang tinggi. Oleh sebab itu, ajari Si Kecil untuk sabar dan konsisten merawat tanamannya. Ajak mereka untuk menyisihkan 15-20 menit waktu mereka selama 1-2 kali dalam seminggu untuk memelihara tanamannya: memupuk, menyiram, dan membuang gulma-gulma pengganggu. Mengajak Si Kecil konsisten untuk memelihara tanaman juga merupakan cara efektif untuk mengajarkan apa itu tanggung jawab dan menjadi orang yang bertanggung jawab.

Berkebun dan memelihara tanaman adalah aktivitas outdoor yang sangat menyenangkan untuk Si Kecil. Tetapi, jangan lupa untuk mempertimbangkan kapan musim tanam yang tepat dan bagaimana iklim di dearah Mam ya! Jangan lupa untuk memilih tanaman-tanaman yang memang cocok dan bisa tumbuh subur di daerah Mam. Selamat berkebun!

 

Baca juga : 

5 Tips Menghindari Anak dari Kecanduan Gadget

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :