3 Jenis Makanan untuk Membantu Menjaga Pola Makan untuk Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, tentu banyak hal yang dapat membuat Mam stress, terutama mengenai jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Variasi menu yang sehat memang sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil guna memberikan kualitas gizi terbaik bagi janin. Mengutip halaman parents.com, berikut beberapa jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan selama kehamilan guna menjaga pola makan untuk Ibu hamil.

Makanan yang Harus Dihindari (Red-Light Food)

Telur

Telur mentah dapat tercemar oleh salmonella atau bakteri yang dapat menyebabkan demam, muntah dan diare. Pada semester awal kehamilan, Anda sebaiknya menghindari konsumsi telur yang belum dimasak atau setengah matang. Seperti yang sudah diketahui bahwa pada semester awal kehamilan tentu ibu hamil akan mengalami yang namanya morning sickness, yakni kondisi dimana ibu hamil merasakan mual,muntah dan hingga kehilangan nafsu makan. Risiko seperti itu tidak akan terjadi apabila telur dimasak secara benar-benar matang.

Beberapa jenis ikan

Ikan memang menawarkan asam lemak omega-3 yang baik untuk membantu perkembangan otak janin Anda, namun tidak semua jenis ikan dapat Anda konsumsi. Hindari jenis ikan yang mengandung metil merkuri, polutan yang dapat mempengaruhi sistem syaraf bayi. Jenis ikan tersebut adalah ikan todak/ swordfish, hiu dan tile fish. Perlu diketahui pula bahwa semua spesies ikan besar yang hidup lebih lama mengumpulkan kandungan merkuri lebih banyak di dalam daging mereka. Di masa kehamilan, Anda disarankan untuk mengonsumsi ikan yang rendah merkuri seperti salmon, lele, udang dan tuna.

Makanan yang Boleh Dikonsumsi dalam Jumlah Kecil (Yellow-Light Foods)

Kafein

Ketika membahas mengenai kafein, beberapa penelitian masih menemukan kesulitan untuk memutuskan baik atau tidaknya untuk ibu hamil mengonsumsi kafein. Namun pada sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa kafein tidak meningkatkan risiko kesehatan pada janin, jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Sejauh ini para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 300 mg per hari. Jumlah tersebut setara dengan dua atau tiga cangkir 8 ons kopi.

Makanan kaya akan Nitrat

Makanan kaya akan nitrat biasanya ditemukan di dalam daging olahan seperti sosis ataupun bacon. Mengapa makanan kaya akan nitrat dibatasi jumlah konsumsinya? Hal tersebut dikarenakan kandungan nitrat kemungkinan dapat dikaitkan dengan tumor otak dan diabetes. Selain itu pembatasan dalam konsumsi minuman bersoda juga harus ibu hamil lakukan.

Makanan yang Boleh dikonsumsi (Green-light Foods)

Produk Segar

Buah-buahan dan sayuran sudah seharusnya berada di daftar menu makanan Anda, terutama selama kehamilan. Buah dan sayur kaya akan serat yang sangat baik untuk kesehatan Anda dan janin Anda. Pastikan Anda kembali mencuci sayur dan buah sebelum Anda mengonsumsinya, meskipun pada bungkusnya telah dikatakan sudah bersih dari bakteri. Pencucian makanan kembali sebelum dikonsumsi dilakukan untuk menghilangkan bakteri salmonella atau E.coli.

Nah, Mam itulah beberapa jenis makanan yang harus Anda perhatikan selama masa kehamilan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :