Tips Memasak Bagi Ibu Pekerja

tips memasak bagi ibu pekerja

Semua keluarga sangat senang dengan masakan ibunya. Namun, kebetulan Anda adalah wanita karier yang harus pergi ke kantor setiap hari, kecuali hari libur. Meski harus berangkat pagi-pagi dan pulang sore hari, memasak untuk keluarga tercinta tetap bisa dilakukan.

Bisa memasak dan menyajikan masakan lezat untuk keluarga tercinta, tentu menjadi keinginan oleh setiap ibu, tak terkecuali ibu yang bekerja. Apalagi, anak-anak selalu antusias dengan masakan buatan ibunya. Selain itu, memasak sendiri akan lebih aman dibandingkan jajan ke restoran atau warung makan. Karena pembeli tidak pernah tahu bahan-bahannya seperti apa, apakah diolah dengan cara yang bersih, dan sebagainya. Selain itu, masakan yang dibeli di luar kerap menggunakan banyak MSG yang akan membahayakan tubuh, apalagi untuk anak-anak. Belum lagi, jika harus terus-terusan membeli masakan di luar, pasti akan memperbesar pengeluaran keluarga. Bagaimana pun, memasak sendiri itu lebih sehat dan juga hemat.

Memang, menjalani dua peran sekaligus, yakni sebagai ibu rumah tangga dan juga wanita karier adalah tantangan tersendiri bagi setiap ibu. Ditambah lagi, jika ibu tak memiliki asisten rumah tangga di rumah untuk membantu mengurus rumah tangga, dari mencuci hingga memasak. Bisa dibayangkan kesibukan ibu. Namun, nyatanya, banyak ibu yang bisa menjalankan dua-duanya dengan sukses, yakni rumah tangga harmonis dan karier pun lancar. Mereka tetap bisa memasak dan menyajikan hidangan lezat sehari-hari untuk keluarga tercinta.

Jika Anda wanita karier, bisa kok tetap menyajikan masakan untuk keluarga di sela-sela waktu Anda di rumah sebelum berangkat ke kantor dan sore hari usai pulang kerja. Meski akan lebih melelahkan, semua itu akan terbayar dengan kebahagiaan anak-anak dan ayah yang lahap menyantap masakan buatan Anda. Supaya Anda bisa berhasil menjalankannya, diperlukan tips memasak bagi ibu pekerja. Yuk, simak tipsnya.

  • Buatlah daftar menu mingguan
    Anda bisa membuat daftar menu untuk satu minggu lho Bu. Sehingga saat harus buru-buru memasak, waktu tidak habis hanya karena bingung mau memasak apa. Dengan catatan menu dalam satu minggu tersebut, belanja Anda pun bisa disesuaikan dengan catatan sehingga lebih mudah dan cepat. Anda bisa membuat lagi menu yang berbeda untuk satu minggu ke depannya lagi sehingga anak-anak dan ayah tidak akan bosan dengan menu masakan yang variatif yang Anda masak.
  • Masaklah masakan yang praktis, namun sarat gizi.
    Waktu Anda sangat terbatas Bu, sehingga dibutuhkan menu masakan yang mudah dan cepat dimasak. Sehingga memilih menu-menu praktis bisa menjadi pilihan Anda dalam memasak. Namun, Anda tetap harus mempertimbangkan nilai gizinya dalam membuat menu masakan praktis ini. Anda bisa membuat tumisan atau cah berbahan sayuran yang juga dilengkapi dengan lauknya. Sebagai contoh Anda memasak tumis labu siam dengan lauk dadar telur atau cah sawi dengan lauk bola-bola kornet. Bisa juga Anda memasak masakan yang di dalamnya sudah lengkap nilai gizinya, seperti capcai yang sudah terdiri dari aneka sayuran ditambah sosis dan daging ayam.
  • Berbelanja ke pasar seminggu sekali dan stock bahan makanan dan sayuran di lemari es
    Karena ibu bekerja seharian penuh di kantor, tentu tak punya banyak waktu untuk berbelanja. Di pagi hari saat penjual sayur keliling datang, ibu sudah berangkat ke kantor. Oleh karena itu, manfaatkan beberapa jam di hari libur untuk ke pasar dan berbelanja kebutuhan dapur selama seminggu, mulai dari bumbu-bumbu, sayuran, bahan makanan lain seperti mi, telur, minyak goreng, tepung, hingga buah-buahan. Selanjutnya, simpan aneka sayuran dan buah-buahan di dalam lemari es supaya tahan selama satu minggu. Dengan begitu, saat Anda harus buru-buru memasak, tinggal mengambilnya dari kulkas dan langsung memasaknya.
  • Menyiapkan masakan di malam hari dan memasaknya di pagi hari
    Jika Anda tak mau kehabisan waktu untuk memasak dan bersiap-siap ke kantor di pagi hari, Anda bisa menyiapkan bahan-bahan masakan di malam hari sebelumnya. Siapkan saja semua bumbu-bumbunya, seperti bawang merah, bawang putih, tomat, cabai dan iris-iris di malam hari. Sayurannya bisa juga sekalian dikupas atau disiangi supaya pagi hari nanti tinggal memasaknya cepat-cepat. Dengan menyiapkan di malam hari, waktu Anda tidak akan tersita untuk memasak di pagi hari. Keluarga pun juga tidak akan telat sarapan.
  • Melibatkan keluarga
    Supaya pekerjaan memasak terasa ringan, Anda bisa pula melibatkan anggota keluarga. Ajak anak-anak untuk membantu memasak di dapur setelah mereka bangun tidur, misalnya mengupas kentang, mencuci sayuran, atau memecah telur dan mengocoknya di mangkuk. Hal ini sekaligus melatih mereka mandiri. Mereka pun kelak akan pintar memasak tanpa Anda bimbing karena sudah terbiasa membantu ibunya memasak di dapur. Coba saja, ketika mereka sudah kelas 5 atau 6 SD, mereka tak akan manja dan memilih memasak sendiri ketika ingin  makan sesuatu, seperti menggoreng telur mata sapi atau nasi goreng.

Tetap semangat menyajikan masakan lezat untuk keluarga meski harus segera berangkat ke kantor, ya Mom!

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :