Apakah Fast Food itu Memang Buruk bagi Si Kecil?

Mam, fast food memang memiliki daya tariknya tersendiri. Dengan melihat bentuk, rasa, dan harga fast food yang cukup terjangkau, siapapun pasti tergoda dan ingin mencobanya. Begitu pula dengan anak-anak yang notabennya belum mengerti tentang konsekuensi kesehatan dari apa yang dikonsumsinya sehari-hari, fast food bisa menjadi sangat diminati. Walaupun demikian, Mam sebaiknya jangan memberikan fast food terlalu sering kepada Si Kecil, apalagi mengingat makanan tersebut memiliki dampak yang tidak terlalu baik bai kesehatan Si Kecil.

Selain bersifat adiktif, fast food juga bisa menyebabkan obesitas atau penyakit kronis lainnya. Bahkan menurut Women’s and Children’s Health Network, fast food dan makanan-makanan yang memiliki kandungan gula yang terlalu tinggi bisa mengganggu kemampuan untuk fokus dalam jangka waktu yang cukup lama. Fast food juga bisa menghabiskan energi yang sebenarnya sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang Si Kecil. Tidak hanya itu, fast food juga dinilai memiliki dampak buruk bagi Si Kecil karena beberapa alasan lain, beberapa diantaranya adalah:

  1. Kecerdasan intelektual (IQ)

Dikutip dari situs web Tempo, hasil penelitian University of London membuktikan bahwa anak-anak yang sering mengonsumsi daging cepat saji akan tumbuh dengan kecerdasan intelektual lebih rendah dibanding mereka yang diberi makan daging segar. Hal ini disebabkan karena nutrisi yang terkandung dalam sebuah makanan memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kecerdasan intelektual seseorang. Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan di Amerika dan dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health pada 2010. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi fast food berusia dibawah tiga tahun memiliki IQ lebih rendah ketimbang mereka yang mengonsumsi makanan rumahan plus sayur dan buah-buahan.

  1. Lebih mudah sakit

Minimnya nutrisi dalam sebuah makanan fast food akan berdampak pada tumbuh kembang Si Kecil secara signifikan, salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh yang melemah. Jika sistem kekebalan tubuh sudah tidak berfungsi maksimal, maka Si Kecil akan mudah terkena penyakit apapun.

  1. Potensi gagal ginjal

Sempat disinggung diatas, terlalu sering mengonsumsi fast food akan menyebabkan obesitas. Usut demi usut, hal ini disebabkan karena fast food mengandung kadar lemak yang sangat tinggi. Selain tidak baik bagi kesehatan mental Si Kecil yang mungkin mendapat bully dari teman-teman di sekolahnya karena bentuk tubuh yang tidak ideal, obesitas juga memiliki risiko penyakit, seperti: diabetes atau tekanan darah tinggi yang sama-sama bisa menyebabkan gagal ginjal. Sekedar informasi untuk Mam, Indonesia termasuk ke dalam negara darurat obesitas lho. Menurut data Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) tahun  2016, penduduk dewasa (berusia diatas 18 tahun) yang obesitas mencapai angka 20.7%, naik 5.3% persen dari tahun 2013 lalu yang hanya 15.4%.

  1. Mempengaruhi kinerja otak

Dikutip dari situs web Medical Daily, fast food juga secara negatif mempengaruhi ingatan seseorang. Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa tingkat insulin yang tinggi yang disebabkan oleh mengkonsumsi terlalu banyak fast food, atau pola makan yang buruk, dapat mempengaruhi kinerja otak secara keseluruhan. Sedangkan hasil penelitian terdahulu sudah membuktikan bahwa fast food bisa menyebabkan seseorang mengalami dementia karena tekanan darah tinggi dan kolestrol yang terkandung di dalamnya akan mengganggu suplai darah ke otak.

Tetapi, jika sebelumnya Si Kecil sudah cukup rutin mengonsumsi fast food, Mam tidak bisa langsung melarangnya secara penuh. Charlotte Markey, seorang pakar psikologi dan kesehatan anak dari Universitas Rutgers Amerika, menjelaskan bahwa semakin Mam melarang anak, maka semakin tinggi juga keinginan Si Kecil untuk mengonsumsi fast food. Untuk menyiasatinya, Mam bisa menyeimbangkan porsi makan Si Kecil dengan pola 80%:20%. Artinya, 80% untuk makanan sehat dan 20% untuk fast food.

 

Baca juga:

6 Makanan Yang Harus Dihindari Saat Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :