Cara Makan Cokelat Tetapi Bikin Badan Tetap Sehat

Kabar yang ditunggu-tunggu oleh pecinta cokelat akhirnya datang juga, Mam. Selama ini, cokelat dikenal sebagai salah satu jenis makanan mood boaster yang sayangnya juga berpotensi menambah berat badan. Jangan khawatir, Mam. Sebuah studi dari American Heart Association telah menemukan bahwa para pecinta cokelat memiliki risiko penyakit jantung yang cenderung rendah. Namun, ada beberapa hal khusus yang wajib Mam perhatikan agar manfaat sehat tersebut bisa didapatkan.

Dark Chocolate Berkualitas Terbaik

Sebelum makan cokelat, pastikan kualitasnya benar-benar baik, yakni dark chocolate yang minimal mengandung 70% kokoa atau cokelat murni. Kelebihan dark chocolate dari cokelat biasa atau cokelat putih terletak pada kandungan flavanols dan polifenolnya yang lebih tinggi. Keduanya merupakan antioksidan yang mampu membantu melawan radikal bebas yang berhubungan dengan penyakit.

Bahkan ternyata dark chocolate telah terbukti mengandung antioksidan yang lebih besar dari buah blueberry! Mulai sekarang, saat membeli cokelat, jangan lupa untuk memperhatikan komposisi pada kemasannya, ya.

Menggunakan Cocoa Butter, Bukan Lemak Trans

Cokelat sehat memiliki lemak baik, yang sumbernya berasal dari cocoa butter. Cocoa butter merupakan sumber asam stearat untuk menjaga jantung tetap sehat. Karena fungsinya tersebut, di US, produsen hanya diperbolehkan menjual cokelat yang mengandung cocoa butter. Nah, agar Mam bisa selalu mendapatkan cokelat dengan kandungan sehat, amati kemasannya apakah ada kandungan “partially hydrogenated” yang artinya lemak trans. Mam tentu sudah tahu bahwa lemak trans sering kali dikaitkan dengan penyakit jantung.

Pilih yang Memiliki Label “Low Calories”

Semakin murni cokelat yang digunakan, semakin tinggi pula zat flavonols yang terkandung di dalamnya. Namun, tidak semua orang menyukai rasa pahitnya sehingga lebih memilih cokelat biasa atau cokelat susu yang cenderung lebih manis. Sesekali, Mam boleh-boleh saja memilih cokelat tersebut, tapi pastikan telah berlabel “low callories” agar nantinya tidak berpengaruh pada berat badan.

Masalahnya, Mam, cokelat tetap saja mengandung sejumlah kalori yang jika dimakan berlebih, dapat mengganggu kesehatan. Oleh sebab itu, Mam disarankan untuk makan cokelat berkualitas baik yang dibungkus dalam kemasan kecil.

Kombinasikan dengan Buah Berry Segar

Kelezatan cokelat akan langsung terasa begitu Mam memasukkannya ke mulut, tetapi usus lah yang akan menyerap kandungan sehat dalam cokelat. Karenanya, untuk meningkatkan manfaat kesehatan saat cokelat diolah dan diserap oleh usus, Mam bisa menggabungkan cokelat dengan buah-buahan kaya serat seperti berry. Sebagai alternatif, Mam juga bisa memilih cokelat yang telah dicampur dengan kacang-kacangan, misalnya seperti kacang mete dan almond.

Mulai sekarang, Mam tak perlu lagi takut merasa gendut atau “bersalah” ketika makan cokelat. Selama memperhatikan empat hal di atas, Mam bisa puas makan cokelat dan tetap menjaga kesehatan tubuh!

Baca juga : 

Tips Mengatasi Mood Swing Saat Hamil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :