Kenapa Mam Harus Mencoba Beras Merah?

Mam, apakah di rumah Anda menggunakan beras merah? Jika ya, pertahankan kebiasaan memakan beras merah tersebut. Sudah bukan rahasia lagi kalau beras merah memang menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat yang sehat selain beras putih. Bahkan beras merah sendiri disarankan secara khusus oleh para ahli untuk pengidap diabetes karena kandungan gula yang lebih sedikit tapi kaya dengan nutrisi.

Tidak hanya pengidap diabetes, banyak orang yang sedang menjalankan program diet cenderung memilih beras merah dibandingkan dengan beras putih. Nah, kira-kira kenapa,ya, Mam? Berikut alasan mengapa Anda harus mengganti beras putih dan mencoba beras merah sebagai salah satu sumber karbohidrat Anda.

Beras Merah Mengandung Nutrisi yang Beragam

Mam, alasan ini memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Bahkan untuk secangkit nasi merah saja Anda sudah bisa mendapatkan 216 kalori, 5 gram protein, 1,8 gram lemak, dan juga 44,8 gram karbohidrat. Tidak hanya itu, dari jumlah itu saja Anda sudah bisa mendapatkan 3,5 gram serat makanan yang direkomendasikan 21-25 gram per hari untuk wanita dan juga 30-38 gram untuk pria.

Dari konsumsi beras merah ini saja, Anda cenderung mendapatkan banyak serat dan membatu menurunkan risiko diabetes tipe-2, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan permasalahan pencernaan. Tidak hanya itu, nasi merah juga menjadi sumber dari beragam mineral seperti magnesium, fosfor, zinc, tiamin, niasin, dan vitamin B-6.

Manfaat Kesehatan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau nasi merah memiliki khasiat untuk menurunkan risiko diabetes. Hal ini bisa berarti kalau beras merah memiliki manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi beras merah. Ada banyak manfaat kesehatan lainnya yang bisa Anda dapatkan seperti memperbaiki fungsi pembulih darah Anda dan mengurangi lonjakan gula darah dan insulin setelah makan.

Selain itu, beras merah juga memiliki fungsi untuk menjaga berat badan dan hal ini sudah terbukti di dalam jurnal British Journal of  Nutrition pada tahun 2013. Dalam jurnal tersebut dikatakan kalau dengan mengontrol kadar gula darah bisa menurunkan berat badan dan bermanfaat baik untuk mencegah diabetes.

Bahkan dalam sebuah Consumer Reports pada tahun 2012, mengatakan kalau beras merah cenderung memiliki kadar arsenic yang lebih tinggi daripada beras putih. Biasanya kandungan arsenik pada beras putih akan hilang selama proses pemurnian, sedangkan pada beras merah tidak. Kandungan arsenic inilah yang bila dikonsumsi dapat meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

Mengutip halaman dokter.id,  kandungan arsenic dalam beras merah berbahaya atau tidak, namun jika Anda ingin mengurangi kandungan arsenic dalam beras sebaikna Anda merendam semalaman beras merah terlebih dahulu. Setelah direndam, cuci dan bilas bersih beras tersebut dan tiriskan airnya hingga kering dan masak dengan ukuran air dan beras sekitar 5:1.

Nah, Mam, itulah beberapa alasan mengapa Anda harus mencoba memilih beras merah dibandingkan beras putih.

 

Baca juga :

Cara Cepat Hamil Dengan Konsumsi Makanan Ini

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :