Berbagi Cerita (Bagian I)

Beberapa cerita yang kami kutip dari para sahabat di FanPage Facebook IbuDanMama beberapa waktu lalu, dimana mereka mencoba mengungkapkan perasaannya tentang si Kecil yang lucu dan menggemaskan, namun terkadang bisa membuat hati para orang tua khawatir.

Ini cerita mereka :

“Saya mau berbagi cerita tentang anak saya.  Anak saya Widi Kirana Audria, sekarang usianya 3,9 tahun.  Waktu berumur 6 bulan, sempat kena demam selama 6 hari.  Awalnya saya pikir itu demam biasa, makanya saya biarkan, gak cepat-cepat dibawa berobat.  Pikir saya dikompres dan dikasih obat warung juga nanti sembuh, setelah 4 hari panasnya turun.  Besoknya langsung saya mandikan, tapi anak saya malah nangis sejadi-jadinya seperti orang yang kesakitan.  Lalu malamnya panas lagi, malah lebih panas dari sebelumnya, ditambah gelisah, nangis terus gak berhenti-henti.  Hari ke-6, saya berangkat kerja seperti biasa, pas pulang kerja, mama saya bilang kalau anakku Widi dari tadi tidur gak bangun-bangun, anteng gak nangis-nangis katanya.  Alhamdulillah pikir saya, berarti anakku sudah mendingan.  Pas aku gendong,  aku kaget, Astagfirullohhaladzim….badan anakku panas sekali, di badannya ada bintik-bintik kecil berwarna merah tapi bukan tampek, yang ini seperti mengandung darah, kutepuk-tepuk pipi anakku, dia cuma membuka matanya sebentar lalu matanya terpejam lagi seperti orang tidur.  Lalu aku tepuk-tepuk pipinya, tapi tidak ada respon sama sekali.  Aku langsng panik dan menangis sejadi-jadinya.  Lalu-ku bawa anakku ke dokter….Astagfirulloh, kata dokter anakku kena DBD dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.  Sampai di rumah sakit, penderitaan anakku  belum berakhir sampai di situ, ternyata para suster dan perawat kesulitan mencari nadi untuk memasukan jarum infus…. hadoohh…entah berapa puluh kali tubuh anakku ditusuk-tusuk jarum.  Aku cuma bisa menangis, gak tega melihatnya, namun akhirnya bisa.  Dua minggu dirawat tapi trombositnya naik turun.  Karena kehabisan biaya, akhirnya aku dan suami berinisiatif untuk membawa anakku pulang walau dokter belum memperbolehkan pulang.  Sepulang dari rumah sakit, anakku terkena muntaber akut, sudah gak bisa nangis dan gak bisa ngapa-ngapain, makanan juga sudah gak masuk, cuma ASI saja.  Dengan berlinang air mata, ku bisikan kata-kata ini ke telinga anakku, “dede, mama yakin dede anak yang kuat, bertahan ya nak.  Mama akan slalu berusaha untuk kesembuhan dede” – Lalu, ku bawa lagi anakku ke dokter, tapi hanya ke dokter umum.  Alhamdulillah, seminggu kemudian anakku sembuh.  Setelah kejadian itu, setiap kali anakku sakit, walau sekedar batuk pilek, aku pasti cepet-cepet bawa ke dokter.”

~(Kisah : Sang Dewi Kirana – Facebook username)

“Anakku sekarang usianya 2,5 tahun.  Ya ALLAH, anak ini sangat amat pintar, baik bicaranya maupun tingkah lakunya.  Hampir setiap detik yang dia lakukan lucu bagi saya.  Apa lagi kalau kita ke warung…hadeuh… rempong deh…, kalau di tanya mau jajan apa, kata dia “mau beli mainan, sosis, es teh manis” – itu yang selalu dia sebut dan dia beli setiap kali ke warung.  Makanya kalau mau ke warung, agak pagian, sebelum dia bangun…(sssstt)…biar uang belanjanya gak kurang, hehehe….”

~(Kisah : Nur Luthfi Megawati – Facebook username) 

“Saya mau berbagi pengalaman mengenai anak saya bernama Clara, usia 2,5 tahun.  Lala (nama panggilannya) suka bermain balon dan ia selalu meletuskan balonnya usai main balon.  Biasanya, saya langsung membuang sisa balon yang Lala letusin.  Kemaren, usai main balon, Lala meminta sisa balon yang sudah di letusinnya untuk di main-mainin, dan saya membiarkannya.  Lalu saya memberi ASI buat adiknya yang berusia 3 bulan, setelah itu, saya langsung nyetrika.  Lala sempat bilang ke saya “Ma, ada karet di sini (di hidung), tapi saya fokus aja  nyetrika.  Setelah itu, Lala minta susu dan saya langsung membuatkan susu buat dia, saat saya beri susunya, ada yang jatuh dari hidungnya, dan itu bekas letusan balon yang dimainin tadi.  Ternyata, bekas letusan balon itu, ia masukkan ke hidungnya.  Saya kaget dan panik, langsung saya ambil sapu tangan untuk mengeluarkannyaa, tapi tidak berhasil, lalu saya ambil pinset, ga berhasil juga karna Lala ketakutan liat pinsetnya, saya berusaha tenang dan berdoa agar balon bisa di keluarkan, kemudian saya ambil korek kuping dan memegang Lala karna ia berontak, perlahan-lahan saya coba untuk mengeluarkannya……..akhirnya saya berhasil mengeluarkannya……..puji TUHAN.  Semoga pengalaman saya ini tidak menimpa anak Anda.”

~(Kisah : Fenthy Yulita Meliala – Facebook username)

“Cerita lucu anakku Raihan, umur 6 bulan.  Pas makan malam, saya lupa letakin panci magickom ke lemari, alhasil Raihan yang baru merangkak mengambil panci magickom dan langsung dikulumnya tu panci.  Saya sama suami ketawa liat bocah kami.  Gemes liatnya!  Banyak cerita seru setiap hari selalu buat kejutan ayah bundanya.  Love you my son! anaknya ayah dan bunda.”

~(Kisah : Puspa Indah Sari – Facebook username)

“Cerita tentang anak saya berumur 9 bulan, namanya Alenka Kanza Aulia (Lenka).   Anak ini sangat aktif, bahkan bisa dibilang hiperaktif, karena gak bisa diam.   Yang lucunya, kalau dia lagi main, trus ada musik (entah itu dari tukang roti lewat atau nada dering hp), pasti langsung diam…..gak lama kemudian…..langsung joget-joget.  Kami yang lihat tingkahnya langsung ketawa.  Jadi suka senyam senyum sendiri kalau inget tingkahnya.” 

 ~(Kisah : Fitriani Ajja – Facebook username)

 

Kontributor yang ingin berbagi pengetahuan dengan Ibu dan Mama.

Related Posts

Comments :