Pengaruh Perilaku Anak Dengan Kesulitan Belajar

Klinik Pela 9 bekerjasama dengan IbuDanMama menggelar seminar “Masalah Perilaku Pada Anak dan Hubungannya Dengan Kesulitan Belajar”.

Digelar di Fx Senayan Jakarta, 16 Maret 2013, seminar menarik ini mengajak tiga ahli sebagai pembicara, Dr Gitayanti Hadisukanto (Psikiater Anak), Rini Budi Setyowati (Terapis Sensorik Integrasi), dan Wiwin Wulandari (Orthopaedagog).

Pada sesi pertama, Dr Gitayanti Hadisukanto membahas tentang beberapa perilaku yang umum terjadi pada anak, seperti temper tantrum, hiperaktif, repetitif, pasif,

hingga menentang. tapi Pada usia tertentu dan level tertentu, perilaku-perilaku tersebut masih dapat dianggap normal. Tetapi bila telah melewati batas usia dan level normal, perilaku ini dapat menyebabkan gangguan mental-emosional, seperti kesulitan berbahasa ekspresif dan represif.

Kemudian, Rini Budi Setyowati berbicara tentang gangguan proses sensorik yang bisa mengakibatkan problem sulit belajar, kurang percaya diri, cidera berulang, dan masalah berat badan. Sebenarnya gangguan ini bisa dilihat dari gerakan atau respons anak ketika berada di lingkungan rumah, sekolah, hingga pergaulan sehari-hari. Penting bagi orangtua untuk tidak pernah berhenti mengobservasi perilaku anak setiap harinya.

Sesi terakhir adalah dengan Wiwin Wulandari yang berpendapat bahwa perilaku dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa di antaranya adalah emosi, nilai, dan genetika. Dan perilaku inilah yang kemudian membentuk lima komponen proses belajar, yaitu kosentrasi, ketelitian, tempo kerja, percaya diri, dan kemandirian.

Bila buah hati mengalami kesulitan belajar karena gangguan perilaku, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti penanganan ahli, pola asuh tepat, dan tentunya memiiih sekolah yang tepat.

Sahabat Ibu Dan Mama, kami akan membahas ketiga tema ini secara lengkap di artikel-artikel berikutnya.

Pernah bekerja sebagai jurnalis dan deputy editor in chief di 4 majalah di Indonesia selama 8 tahun. Saya percaya pada quote,"A Smart Mother Will Raise Smarter Children" Dan bergabung dengan IbuDanMama adalah salah satu cara saya untuk mewujudkan hal ini. Saya mungkin hanya sebuah cahaya kecil, tetapi saya bermimpi cahaya tersebut dapat menginspirasi perempuan Indonesia lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Related Posts

Comments :