Tips Merawat Kain Batik Agar Tidak Pudar

Batik adalah warisan budaya asli Indonesia yang telah disahkan oleh UNESCO. Saat ini, batik tidak lagi menjadi barang mahal l yang hanya ditemukan atau wajib dipakai di acara resmi. Batik sekarang bisa digunakan pada acara santai karena modifikasi batik sudah sangat banyak. Batik yang dulu harganya selangit kini bisa Mam kenakan tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu mahal. Bahan dan motifnya pun bermacam-macam, jadi Mam bisa memiliki banyak pilihan.

Mungkin sebagian orang mempunyai 2-3 kain batik yang dipakai bergantian setiap minggu. Lalu apakah cara mencuci batik atau merawat batik ini sama dengan baju lainnya? Apakah ada berbedaan yang mencolok ketika Mam mencuci batik cetak atau batik kain?

Batik adalah sehelai kain yang digambar (dibatik) dengan menggunakan canting, dicat, atau dicetak menggunakan mesin. Jadi, ketika Mam salah dalam mencuci atau merawat kain batik, bisa jadi kain batik akan pudar. Lalu, bagaimananya caranya merawat kain batik agar tidak pudar dan bisa tahan lama?

Bagaimana Cara Mencuci Batik?

Ada banyak sekali cara mencuci batik. Jika Mam melihat tips dan trik yang ada di internet, maka Mam akan mengetahui bahwa mencuci batik tidak boleh memakai deterjen. Sifat deterjen yang larut di dalam air dan kain akan membuat tinta dari batik lama kelamaan akan pudar. Bahkan jika Mam mempunyai batik dengan kualitas kain yang cukup buruk, tidak jarang kain batik Mam akan luntur dan mengotori pakaian yang lain.

Jadi, jangan sekali-sekali mencuci batik dengan deterjan ya, Mam. Untuk tips mencuci batik, sebaiknya Mam menggunakan sabun deterjen khusus batik yang banyak dijual di pasaran. Namun, sebaiknya Mam menggunakan Sabun Lerak yang berasal dari buah lerak. Sabun Lerak ini tidak larut dalam air, tetapi mempunyai fungsi yang hampir sama dengan sabun deterjen.

  • Cara mencuci kain batik dengan sabun lerak adalah siapkan air hangat terlebih dahulu. Kemudian, masukkan kain batik yang siap dicuci dan larutkan juga sabun lerak. Aduk-aduk kain batik Mam sampai larutan sabun lerak ini mengeluarkan buih yang cukup banyak. Bahkan aroma lerak ini bisa mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain, lho.
  • Lalu bagaimana jika ada noda pada kain batik? Sabun lerak biasanya tidak bisa digunakan untuk menghilangkan noda. Pertama, Mam bisa menggunakan sampo rambut yang mempunyai kemampuan menghilangkan noda. Caranya, rendam terlebih dahulu kain batik ke dalam air, lalu berikan sampo rambut ke dalam noda tersebut. Ucek sebentar, lalu bilas dengan air bersih. Ulangi cara tersebut sampai nodanya hilang.
  • Setelah dicuci, sebaiknya Mam jangan memeras kain batik. Usahakan untuk membilas sebentar dengan air bersih, lalu tiriskan sejenak dan jemur. Ada hal yang harus diperhatikan kembali saat menjemur pakaian batik, yaitu jangan terkena matahari langsung. Pasalnya, kain ataupun baju yang dijemur di bawah matahari akan lebih cepat pudar

Itulah cara-cara sederhana yang bisa membuat kain batik Mam tahan lama. Walaupun Mam mempunyai kain batik yang tidak begitu bagus atau hanya batik cetak, Mam juga harus cermat ketika mencucinya. Apalagi jika Mam mempunyai batik tenun dengan harga yang cukup mahal, Mam harus lebih cermat ketika mencucinya, ya.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :