Segala Hal yang Perlu Mam Ketahui Tentang BPJS Kesehatan

Mam, memang tidak ada satu orang pun yang ingin sakit, namun ancaman atau risiko sakit itu selalu menghantui Anda dan juga keluarga Anda di mana pun dan kapan pun. Sebenarnya, penyakit bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, makan makanan bergizi, dan rajin berolahraga.

Tapi sebagai masyarakat, kita memiliki hak untuk menikmati fasilitas asuransi kesehatan dari negara kita sendiri melalui BPJS Kesehatan. Mam tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah asuransi nasional satu ini, kan? Tapi apakah Anda sudah memahami betul apa itu BPJS dan juga segala prosedurnya? Kalau belum, simak penjelasan di bawah ini ya, Mam.

Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang BPJS Kesehatan

  1. BPJS Kesehatan Bisa Digunakan untuk beragam Penyakit

Mam, BPJS itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan asuransi kesehatan pada umumnya. Jika pada asuransi tertentu hanya menutupi klaim dari beberapa penyakit, di BPJS menurut panduanbpjs.com, asuransi ini bisa digunakan untuk segala jenis penyakit. Selain itu, BPJS juga bersedia untuk menanggung anggota BPJS dari segala usia dan juga tingkat keparahan penyakit yang diderita.

  1. Menggunakan Pola Rujukan Berjenjang

Mam, hal ini penting sekali diketahui oleh Anda kalau pengguna BPJS Kesehatan tidak bisa langsung memeriksakan diri ke rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan yang ada. Justru pemegang BPJS kesehatan harus mengikuti pola pemeriksaan terlebih dahulu.

Pola tersebut dikatakan sebagai pola rujukan berjenjang dengan urutan proses pemeriksaan dari puskesmas atau klinik, dan dokter yang bekerja sama dengan BPJS terlebih dahulu.  Jika memang fasilitas tersebut tidak sanggup menangani atau membutuhkan konsultasi dokter spesialis, barulah Anda bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

  1. BPJS Menjamin Layanan Tambahan

Mam, melalui BPJS Anda juga tidak perlu khawatir dengan layanan tambahan yang Anda butuhkan seperti kebutuhan obat dan juga pemeriksaan laboratorium. Melalui BPJS Kesehatan Anda sebagai pasien tidak perlu lagi membayar layanan tambahan semacam itu. Namun perlu Anda ketahui pula, kalau tidak semua fasilitas kesehatan yang sudah lengkap sehingga harus dirujuk ke tempat lain sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  1. Anggota BPJS harus Membayar Iuran Tepat Waktu

Sama seperti asuransi pada umumnya,jika memang Anda ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan, berarti Anda harus mematuhi pembayaran iuran perbulannya secara tepat waktu. BPJS memang tidak menentukan denda jika Anda telat membayar.

Tapi jika ketelatan pembayaran Mam sudah sampai 1 bulan, maka sanksi yang Anda terima adalah kartu BPJS tersebut langsung di non-aktifkan. Iuran tersebut dibagi menjadi beberapa kelas yakni kelas 1 sekitar Rp 80 ribu, kelas 2 sebesar Rp 51 ribu, dan kelas 3 sebesar Rp 25.500. Apabila Anda ingin pindah kelas, Anda akan dikenakan biaya tambahan sesuai selisih harga yang sudah tersedia.

Prosedur Penggunaan Layanan BPJS Kesehatan

Mam, setidaknya ada 2 kategori pasien yang bisa ditangani oleh BPJS, yakni pasien gawat darurat dan pasien bukan gawat darurat. Alur atau prosedur penggunaan layanan BPJS sebagai berikut:

  • Pasien Gawat Darurat

Pasien jenis ini merupakan pasien yang memiliki kondisi harus segera mendapatkan pelayanan medis dan jika tidak tertolong maka kondisinya akan semakin parah dan bahkan mengancam jiwa pasien itu sendiri. Khusus untuk pasien gawat darurat, Anda tidak perlu mengawali prosedur dari fasilitas kesehatan tingkat 1 seperti klinik, puskesmas, dan juga dokter praktek. Pasien gawat darurat bisa langsung ditangani di unit gawat darurat seperti rumah sakit di manapun yang bekerja sama dengan BPJS.

  • Pasien Bukan Gawat Darurat

Mam, sedangkan untuk sebaliknya, khusus para pasien yang bukan gawat darurat Anda harus mengikuti prosedur atau alur pengobatan dari fasilitas kesehatan tingkat 1 terlebih dahulu baru bisa ke tingkat fasilitas kesehatan selanjutnya seperti rumah sakit umum daerah (RSUD), Rumah Sakit kelas C atau kelas B dan juga dokter spesialis. Para pasien juga harus membawa surat rujukan dan juga kartu BPJS agar bisa ditangani oleh rumah sakit umum dan juga dokter spesialis.

Jika pada tingkat fasilitas kedua seperti ini pasien juga masih membutuhkan penanganganan yang lebih serius, pastikan untuk mendapatkan rujukan lagi dari fasilitas kesehatan tingkat dua. Setelah mendapatkan rujukan, barulah para pasien bisa menggunakan fasilitas kesehatan tingkat tiga atau rumah sakit tipe A seperti RSCM.  Melalui alur tersebut, maka peserta atau anggota BPJS sudah bisa menggunakan layanan BPJS dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.

 

Baca juga :

Martabak Mie, Bekal Praktis Si Kecil

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :