Sebagai seorang wanita, wajar apabila Mam selalu ingin tampil cantik, termasuk ketika sedang hamil. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan rajin menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi kulit wajah Mam.
Masalahnya, saat hamil, kulit bisa menjadi sangat sensitif sehingga penggunaan produk-produk perawatan kulit bisa menimbulkan reaksi tertentu. Bahkan bukan tidak mungkin juga hal tersebut ikut mengancam kesehatan janin dalam kandungan. Namun, Mam tidak perlu khawatir karena melalui ulasan ini, Mam bisa mengetahui produk perawatan apa saja yang aman digunakan saat hamil.
Skincare untuk wajah
Produk-produk seperti sabun muka, cleanser, toner, hingga pelembap tentunya dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Namun, selama masa hamil, Mam sebaiknya menghindari produk-produk skincare yang mengandung BHA, retinol, asam retinoat, retin-A, Accutane, tetrasiklin, asam salisilat, differin, dan asam beta hydroxyl. Berbagai kandungan tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan bahkan hingga cacat lahir pada bayi.
Sebagai gantinya, Mam bisa menggunakan produk-produk skincare yang mengandung AHA, asam azelat, asam hlikolat, klindamisin, dan eritromisin karena relatif aman. Nah, agar kulit wajah Mam tetap terawat selama hamil, usahakan untuk rutin mencuci wajah selama dua kali sehari. Jangan menggosoknya terlalu kencang ya, Mam!
Perawatan kulit berjerawat
Bagaimana jika muncul jerawat membandel saat masa hamil? Mam pasti rasanya “gata” untuk segera menghilangkan jerawat tersebut. Hal ini sah-sah saja dilakukan, kok. Mam bisa menggunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida. Produk-produk untuk mengatasi jerawat yang mengandung antibiotik juga bisa digunakan, tetapi sebaiknya jangan digunakan terlalu lama. Penggunaan antibiotik dalam waktu lama bisa membuat wajah Mam resisten terhadap bakteri.
Krim anti penuaan
Seiring berjalannya waktu, gejala-gejala penuaan pasti akan muncul. Biasanya gejala tersebut muncul dalam bentuk garis-garis halus atau flek hitam. Selama hamil, Mam tetap bisa menggunakan krim anti aging untuk meminimalisir munculnya berbagai gejala penuaan tersebut. Umumnya, produk anti aging mengandung zat retinoid, salah satu jenis vitamin A yang memang berfungsi untuk mengurangi munculnya garis-garis halus.
Namun, muncul beberapa anggapan bahwa vitamin A pada retinoid tidak terlalu dianjurkan untuk ibu hamil apabila dipakai secara berlebihan. Alasannya karena kandungan tersebut bisa mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan. Karenanya, pastikan Mam menggunakan krim anti aging tersebut sesuai petunjuk dan tidak berlebihan, ya.
Perawatan noda atau flek hitam pada kulit
Mam, jangan panik apabila muncul bercak kehitaman pada wajah saat hamil. Hal ini sangat wajar terjadi akibat meningkatnya hormon estrogen, progesteron, dan MSH. Biasanya, bercak kehitaman ini akan muncul di bagian hidung, kening, pipi, dan bibit. Apalagi jika sehari-harinya Mam cukup sering beraktivitas di luar ruangan, paparan sinar matahari juga turut berpengaruh terhadap munculnya flek tersebut. Mam bisa menutupinya dengan concealer atau tabir surya SPF 30.
Meski keempat produk skincare tersebut cukup aman digunakan selama hamil, Mam tetap dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan. Pastikan bahwa produk-produk skincare yang Mam gunakan memang aman dan tidak membahayakan kesehatan Mam juga janin dalam kandungan.







