Keramas bertujuan untuk membersihkan rambut dari kotoran dan debu yang menempel. Frekuensi keramas pun berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang dua hari sekali, tiga hari sekali, bahkan seminggu sekali. Lalu, mana yang benar? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk, ketahui dulu apa saja manfaat keramas.
Manfaat Mencuci Rambut
Membersihkan Kulit Kepala dari Minyak
Kulit kepala memproduksi minyak alami yang berfungsi untuk menjaga rambut agar tetap lembap. Kelembapan ini diperlukan rambut untuk membuatnya tetap menancap kuat di kulit kepala karena semakin kering rambut, maka akan semakin rawan rontok dan bercabang. Namun, perlu Mam ketahui juga jika minyak ini terlalu banyak menumpuk di kulit kepala, juga akan menjadi bumerang karena dapat memicu jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Rambut yang lepek menyebabkan rasa gatal di kulit kepala. Keramas adalah cara untuk mengurangi kelebihan minyak tersebut.
Membuang Sel Kulit Mati
Sel kulit mati yang menumpuk di kulit kepala lama-kelamaan akan terakumulasi dan menjadi ketombe. Didukung dengan kondisi kulit kepala yang berminyak, sel kulit mati ini kemudian akan menjadi makanan bagi jamur dan bakteri yang berkembang. Inilah penyebab rasa gatal dan lepek di kulit kepala. Jika Mam mengalami gatal di kulit kepala disertai dengan ketombe, maka Mam harus lebih rajin keramas untuk membersihkannya.
Membuang Folikel Rambut Mati
Rambut memiliki siklus reguler yang membuatnya rontok di waktu tertentu. Keramas akan membersihkan folikel rambut mati yang menumpuk. Jika dibiarkan, folikel rambut mati ini akan menghambat pertumbuhan rambut baru. Jadi, dengan kata lain, keramas dapat mendukung pertumbuhan rambut.
Amankah Mencuci Rambut Setiap Hari?
Bahan tertentu dari sampo ada yang justru bisa membuat rambut kering, tetapi di sisi lain Mam juga perlu keramas untuk membersihkan minyak dan ketombe. Solusinya, pilih sampo yang tidak memiliki kandungan tertentu yang dapat menghilangkan kelembapan rambut, seperti Sodium Laureth Sulfat (SLS).
Selain itu, jika Mam khawatir rambut menjadi kering, di sinilah peran kondisioner dibutuhkan. Dengan memakai kondisoner, kelembapan rambut akan tetap terjaga. Ada beberapa kandungan sampo dan kondisioner yang bisa menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit kepala. Maka dari itu, ada baiknya Mam segera mengganti produk tersebut dengan merek lain. Rasa gatal setelah memakai sampo biasanya ditimbulkan dari adanya zat pewangi buatan pada sampo.
Tergantung pada kondisi rambut Mam, Mam bisa menentukan akan keramas setiap hari atau beberapa hari sekali. Jika Mam bekerja di luar ruangan sehingga rambut Mam berkontak dengan debu dan polusi serta sinar matahari yang membuatnya lepek dan berkeringat, maka keramas setiap hari adalah langkah terbaik. Namun, untuk Mam yang hanya berada di dalam ruangan dan tidak terlalu sering terpapar dengan debu dan polusi, sebaiknya keramas dua hingga tiga hari sekali saja, apalagi jika ruangan tersebut ber-AC, karena justru akan membuat rambut semakin kering. Begitu juga dengan Mam yang berhijab, jika tidak terlalu lepek sebaiknya keramas dua hari sekali saja dan lebih banyaklah mengangin-anginkan rambut ketika di rumah agar rambut bisa bernapas dan tetap segar. Sedangkan untuk Mam yang memiliki rambut keriting bisa keramas seminggu sekali karena jenis rambut ini rentan kehilangan kelembapannya.
Jadi, tingkat frekuensi keramas bergantung pada kondisi rambut Mam. Jika rambut Mam mengalami kekeringan karena keramas setiap hari, kurangi frekuensinya menjadi dua hari sekali dan jangan lupa untuk menggunakan kondisioner. Akan lebih baik lagi jika kondisioner yang Mam gunakan adalah kondisoner alami.







