Ketika Mam memutuskan untuk menikah, Mam harus siap untuk berbagi segalanya dengan Ayah. Semua pasangan tentu ingin hubungan pernikahannya berlangsung harmonis, tetapi kadang kala ada rasa cemburu yang bisa membuat suasana rumah tangga terasa “panas”. Jangan salah sangka dulu, Mam. Cemburu juga bisa menjadi “jembatan” untuk keharmonisan rumah tangga. Biasanya, ketika Mam cemburu, Ayah akan menjadi lebih romantis demi memenangkan hati Mam. Tentu ini akan menambahkan keharmonisan hubungan dalam keluarga.
Namun, ada kalanya rasa cemburu yang keluar bisa terlalu berlebihan. Jika rasa cemburu yang dirasakan Mam atau Ayah terjadi terus menerus, Mam bisa mengikuti tips-tips berikut ini. Coba dipraktikkan agar rumah tangga Mam dan Ayah menjadi lebih harmonis lagi.
Jangan Hanya Berasumsi
Biasanya, cemburu muncul karena asumsi belaka. Jadi, usahakan ketika Mam mendengar desas-desus yang tidak baik, sebaiknya Mam atau Ayah langsung bertanya terhadap pasangan. Ketika pikiran Mam terbalut asumsi yang tidak baik, maka itu akan membuat emosi menjadi tidak stabil dan mudah emosi. Mulai sekarang, jika ada asumsi yang muncul di pikiran Mam, Mam harus langsung mengklarifikasikannya kepada Ayah apakah hal tersebut benar atau tidak. Lebih bahaya lagi, asumsi ini bisa menyebabkan fitnah.
Komunikasi
Sudah bukan rahasia lagi bahwa kurangnya komunikasi antar pasangan bisa menyebabkan hubungan yang tidak harmonis. Kurangnya komunikasi bisa menyebabkan berkurangnya rasa percaya bahkan akan mempengaruhi hubungan rumah tangga. Apapun yang Mam atau Ayah kerjakan, harus dikonsultasikan kepada pasangan masing-masing. Masalah yang Ayah atau Mam hadapi sekarang bukan menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi sudah menjadi masalah keluarga. Jadi jalan keluar bisa dipikirkan bersama-sama.
Lanjutkan Hobi
Mam memang mempunyai tanggung jawab untuk mengurusi rumah tangga, mulai dari suami hingga si Kecil. Namun, jangan sampai Mam bosan dengan rutinitas yang ada. Usahakan Mam mempunyai hobi yang bisa membuat Mam kembali sibuk dan senang kembali. Jangan ragu untuk keluar bersama Ayah seminggu sekali atau dua minggu sekali. Hal tersebut akan membuat hubungan Mam dan Ayah menjadi lebih erat. Atau jika memang Mam ingin pergi sendiri dengan teman-teman, tentu itu tidak masalah. Asalkan masih bisa dikomunikasikan bersama keluarga, menekuni hobi akan menjadi solusi melepaskan emosi dari penatnya rumah tangga, terutama ketika Mam diselimuti oleh rasa cemburu berlebihan.
Sabar
Tips ini ditujukan untuk Ayah yang termasuk tipe pencemburu. Salah satu cara untuk tidak membuat runyam masalah adalah dengan bersabar. Tidak semua masalah bisa langsung diselesaikan saat itu juga. Mam harus melihat dari beberapa sudut pandang, apakah masalah tersebut bisa langsung diselesaikan atau tidak. Jika Ayah termasuk dalam tipe yang pencemburu, Mam bisa memberikan waktu untuk Ayah. Ketika waktunya tepat, Mam bisa mengajak mengobrol untuk menyelesaikan masalah.
Saling Percaya
Salah satu alasan timbulnya rasa cemburu adalah kurangnya rasa percaya di antara satu sama lain. Dari semua tips di atas, bisa dibilang tips ini merupakan kunci utama untuk mengatasi cemburu berlebihan dalam rumah tangga. Tips di atas sebenarnya bukan untuk mengatasi pasangan yang pencemburu, tetapi lebih kepada memupuk dan membangun kepercayaan antar pasangan. Pasalnya, jika tidak ada kepercayaan di dalam pasangan, maka masalah rumah tangga akan lebih mudah muncul.
Itulah beberapa tips yang bisa Mam terapkan untuk mengatasi cemburu berlebihan dalam rumah tangga. Jika mempunyai tips lain, Mam bisa mendiskusikannya di kolom komentar di bawah ini, ya.







