Setelah menikah, biasanya suami istri telah menentukan akan tinggal di mana, misalnya tinggal di rumah sendiri atau tinggal di rumah orangtua istri/suami. Tugas rumah yang biasanya dilakukan sendiri, sekarang harus dibagi berdua dengan istri/suami. Masalahnya, terkadang Mam dan Ayah lupa karena sibuk masalah pekerjaan dan sebagainya.
Memang Ayah dan Mam harus bisa bekerja sama dan saling mengingatkan akan tanggung jawab dalam pembagian tugas rumah. Untuk itu, sekarang kami akan membahas bagaimana sebaiknya membagi tugas rumah. Apakah harus dibagi secara tertulis? Atau hanya sekedar mengingatkan?
Perencanaan
Hal pertama sebelum menulis atau hanya sekedar mengingatkan adalah melakukan perencanaan. Perencaan ini bisa Ayah dan Mam bagi menjadi beberapa bagian, yaitu tugas dapur, tugas rumah, tugas halaman rumah dan tugas pakaian. Tugas dapur ini meliputi memasak, belanja keperluan dapur, sampai mencuci piring. Kemudian tugas rumah ini yaitu menjaga kebersihan rumah. Sedangkan untuk tugas halaman rumah adalah membersihkan halaman rumah. Dan terakhir tugas pakaian yaitu mencuci, menjemur, sampai menyetrika pakaian.
Mam bisa memutuskan apakah Mam membutuhkan asisten rumah tangga atau tidak. Jika Mam memutuskan untuk memakai jasa asisten rumah tangga, Mam bisa membagi beberapa tugas yang tidak mencakup tugas asisten rumah tangga.
Fokus dan saling mengingatkan
Sebenarnya tidak perlu untuk menulis dengan jelas apa saja pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Tetapi Mam bisa melakukan komunikasi secara teratur dengan Ayah. Dan yang paling penting nih Mam, Ayah dan Mam bisa saling mengingatkan jika ada salah satu lalai atau lupa. Karena komunikasi dalam sebuah hubungan keluarga sangatlah penting.







