IbudanMama

7 Tips Menjalin Hubungan Harmonis Dengan Ipar

Hubungan istri dengan ipar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Walaupun belum ada penelitian jelas berapa persen kaum ibu yang bertikai dengan iparnya, tetapi secara umum banyak kaum ibu yang tidak atau kurang harmonis dengan saudara ipar. Ketidakharmonisan ini seringkali menyebabkan ketimpangan dalam kehidupan berkeluarga.

Nah, berikut adalah tips bagaimana menjalin hubungan yang harmonis dengan ipar. Tips ini hanya membantu mengarahkan saja tetapi penyelesaiannya tetap terletak pada diri Anda sendiri.

  1. Kenali sebelum menikah
    Sebelum menikah, sebaiknya kita berusaha mengenali lebih dahulu karakter keluarga calon suami. Memang sulit untuk mengetahui secara mendalam tetapi setidaknya lihat dalam keseharian mereka; bagaimana mereka menanggapi suatu masalah atau perbedaan. Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan cara menanyakannya lewat suami.
  1. Berdoa
    Mendoakan yang akan menjadi keluarga besar kita sangat memberikan kekuatan bagi kita. Melalui doa, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sabar dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan.
  1. Mengenali posisi masing-masing
    Sangat baik untuk mengenali posisi masing-masing ketika sudah berkeluarga. Hubungan kakak dengan adik serta hubungan suami dengan istri merupakan hubungan yang tidak akan pernah bisa dipisahkan. Istri yang baru mengenal suami di usia 20-an tidak pernah akan sama dengan kakak dan adik suami yang sudah bertumbuh bersama sejak masa kecilnya.
  1. Menerapkan kesetaraan
    Di dalam suku tertentu, kita masih menemukan bahwa istri dari kakak laki-laki atau adik laki-laki kita memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan ipar-ipar perempuannya walaupun usia lebih tua. Boleh-boleh saja demikian, tetapi itu hanya dalam tatanan adat-istiadat saja. Dalam kehidupan sehari-hari sebaiknya masing-masing menerapkan prinsip dengan tidak membeda-bedakan jenis kelamin, status ekonomi, sosial dan lain-lain.
  1. Saling menghormati satu sama lain
    Dengan sudah mengetahui posisi masing-masing, berusahalah saling menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lain. Cobalah membuat batasan-batasan yang lumrah agar kedua pihak bisa saling menjaga.
  1. Mengelus dada
    Dalam suatu hubungan, semakin dekat semakin banyak penyesuaian yang harus kita lakukan. Seringkali perbedaan pendapat berubah menjadi konflik baik yang bersifat ‘dingin’ atau ‘frontal’. Jika terjadi demikian, kali pertama yang dilakukan adalah cobalah ‘mengelus dada’ dan mengingat kembali karakter keluarga yang sudah kita ketahui pada awal berkeluarga. Hal kedua yang bisa dilakukan adalah coba berbicara dengan suami untuk meminta pendapat atau menjadi penengah, karena bagaimana pun suami adalah orang yang lebih mengenal karakter kakak atau adiknya dibandingkan istri. Cara ketiga adalah mungkin kita memang ‘hanya perlu mengelus dada’ dan bersabar saja.
  1. Ingat suami dan anak-anak
    Ingatlah, suami tidak bisa dipisahkan dengan kakak atau adiknya demikian juga sebaliknya, istri tidak bisa dipisahkan dari suaminya. Adalah hal yang menyakitkan jika kedua hal tersebut terjadi dalam kehidupan berkeluarga.

Masuk menjadi anggota keluarga baru didalam keluarga pasangan yang notabene sudah memiliki karakter atau budayanya sendiri memang susah-susah gampang. Pasti ada hal positif atau negatif yang mungkin akan kita temui di keluarga baru ini. Sehingga dengan demikian, mulailah belajar menyesuaikan diri dan menjalin hubungan yang baik dengan keluarga pasangan termasuk dengan saudara ipar. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga: