Setiap orang tua pasti senang melihat buah hatinya bermain rukun dengan kakaknya. Tapi ada kalanya kakak dan adik ini saling bertengkar memperebutkan mainan atau karena hal sepele lainnya. Apa lagi di usia yang masih relatif kecil. Pertengkaran kakak beradik di usia balita adalah hal yang wajar. Namun, bukan berarti Mam harus membiarkan hal ini terjadi. Ada beberapa hal yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi frekuensi bertengkar Si Kecil dengan kakaknya.
Lebih Banyak Meluangkan Waktu dengan Anak
Bisa jadi Si Kecil bertengkar dengan kakaknya karena ia merasa kurang puas terhadap kasih sayang yang Mam berikan, lebih tepatnya rasa cemburu. Untuk menyikapi hal ini, Mam harus lebih giat melakukan pendekatan terhadap keduanya. Luangkan waktu untuk mengobrol atau sekedar bermain-main dengan masing-masing anak. Hal ini akan membangun rasa percaya diri mereka dan membuat mereka merasa disayangi. Rasa tenteram ini akan mengurangi frekuensi Si Kecil berkelahi dengan kakaknya.
Berhenti Membanding-bandingkan
Terkadang orang tua berpikir dengan membandingkan kelebihan kakak dengan adiknya atau sebaliknya bisa membuat salah satu termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Sayangnya, tidak semua anak memiliki pola pikir demikian. Bukannya termotivasi, hal ini justru akan membuatnya merasa iri dengki dan cemburu. Akibatnya, api emosinya mudah tersulut dengan hal-hal sepele.
Jangan Membentak
Melihat kakak beradik yang tak henti-hentinya beradu mulut terkadang membuat sebagian orang tua tidak bisa menahan emosi untuk memukul atau membentak keduanya. Padahal, membentak kakak beradik yang sedang emosi justru dapat membuat keduanya semakin menjadi-jadi. Bukannya mereda, situasi akan semakin memanas. Mereka akan semakin keras membentak satu sama lain dan bahkan saling pukul. Sebaliknya, bicaralah dengan baik-baik untuk memahami pokok persoalan.
Memberi Apresiasi
Tak ada salahnya memberikan hadiah sebagai tanda penghargaan karena mereka sudah melakukan perbuatan yang baik, semisal bermain bersama. Selain membuat mereka senang, memberikan hadiah akan memotivasi mereka untuk saling berbuat baik satu sama lain. Hadiah tidak perlu harus baru. Mam bisa membuatkan kue kesukaan mereka atau membelikan es krim. Menikmati kue atau es krim bersama-sama akan memperkuat kerukunan mereka.
Bersikap Realistis
Mam tak selalu harus turun tangan ketika kakak-beradik sedang bertengkar. Sesekali biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini akan melatih keduanya untuk bersikap lebih dewasa. Tentu saja, selama mereka tidak saling adu jotos. Si Kecil yang semakin dewasa pemikirannya akan berpikir bahwa cara menyelesaikan masalah tidak harus dengan berkelahi sehingga frekuensi bertengkar pun bisa dikurangi.
Menghadapi dua anak kecil memang tidak mudah. Namun, dengan Mam memahami apa yang mereka rasakan dan memposisikan diri sebagai salah satu dari mereka, Mam akan lebih bisa mengetahui penyebab pertengkaran. Yang terpenting, Mam harus pandai menahan emosi.






