IbudanMama

7 Tips Hadapi Morning Sickness Bagi Ibu Pekerja

Serangan mual dan muntah yang datang kapan saja memang cukup mengganggu. Apalagi jika saat bekerja di kantor. Ibu hamil yang sering didera morning sickness harus bisa menghadapi gejala ini di mana pun, termasuk di tempat kerja.

Morning sickness yang dialami ibu hamil di awal kehamilannya memang terkadang menyiksa. Bagi ibu hamil yang kebetulan tak bekerja dan bisa seharian di rumah, mungkin bisa sedikit lebih tenang. Karena kapan saja saat mual dan muntah menyerang bisa segera mengatasinya, beristirahat, tidur seharian, dan sebagainya. Namun, bagaimana dengan ibu pekerja?

Ibu hamil yang bekerja tentu tak bisa seenaknya menunda-nunda pekerjaan karena merasa lemas akibat mengalami mual dan muntah. Apalagi jika ia sudah diberi kelonggaran oleh perusahaan, tetapi mual muntahnya tak kunjung membaik. Tidak enak juga kepada pegawai yang lain bukan? Namun, jika ibu hamil tiba-tiba merasa mual dan muntah di saat jam kerja bukankah hal ini cukup merepotkan?

Bekerja saat tengah hamil itu memang tidak mudah untuk dijalani, apalagi bagi yang sering mengalami mual dan muntah cukup parah. Belum lagi tanggung jawab pekerjaan yang terkadang menuntut Anda harus tampil maksimal dan fit, seperti presentasi, bertemu klien, melayani customer, hingga pekerjaan lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tak ayal, banyak ibu hamil yang akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena alasan sering sakit-sakitan saat hamil ini. Sebenarnya, gejala mual dan muntah ini tak harus membuat ibu hamil memutuskan untuk berhenti dari karier yang telah dibangun sejak lama, bahkan dengan perjuangan tak mudah.

Mual dan muntah yang sebagian besar dialami oleh ibu hamil ini tidak akan lama mendera ibu hamil kok. Gejala ini akan dirasakan saat pertengahan trimester pertama dan berakhir menjelang trimester kedua. Jadi, meski mual dan muntah mewarnai masa-masa awal kehamilan Anda, bekerja masih tetap bisa dijalani dengan konsekuensi sedikit terganggu dengan morning sickness tersebut.

Orang-orang di sekitar lingkungan kerja Anda biasanya sudah memahami kondisi yang tengah Anda alami ini. Namun, bukan berarti Anda harus keenakan karena banyak yang memaklumi kondisi Anda. Tetap lakukan yang terbaik dalam tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan cari solusi untuk menghadapi kondisi tubuh yang sering tidak bersahabat ini.

Beberapa tips berikut ini bisa dijadikan referensi untuk menghadapi morning sickness bagi ibu hamil pekerja. Silakan dicoba!

  1. Membawa obat pereda mual dan muntah saat di tempat kerja
    Tentu Anda memiliki obat pereda mual yang biasa digunakan saat serangan tersebut datang, misalnya obat gosok atau minyak kayu putih yang dibalurkan ke perut atau leher belakang. Nah, bawa dan terapkan juga di tempat kerja supaya mual segera hilang dan pekerjaan Anda bisa dilanjutkan.
  2. Selalu membawa camilan sehat teman bekerja
    Ibu hamil sering merasa lapar meski belum lama makan. Rasa lapar ini sering memicu mual dan  keringat dingin. Solusinya, bawa selalu camilan di dalam tas, seperti buah-buahan, roti gandum, permen, kacang-kacangan, yoghurt, dan sebagainya.
  3. Diskusikan dengan rekan kerja beberapa pekerjaan yang tak mungkin dilakukan
    Saat kondisi Anda lemas karena mual dan muntah, Anda bisa mengkoordinasikan kepada rekan kerja maupun atasan. Katakan kepada mereka mengenai kondisi Anda yang tak bisa melakukan pekerjaan tertentu, misalnya presentasi atau menemui klien. Hal ini supaya pekerjaan tersebut bisa ditangani oleh pengganti Anda dan mereka pun mengetahui kondisi Anda yang sedang sakit.
  4. Selalu membawa bekal air minum di dalam tas
    Ibu hamil kerap kali merasa tiba-tiba haus dan harus segera minum setelah mual dan muntah. Dengan membawa bekal air minum di dalam tas, akan memudahkan Anda kapan pun membutuhkannya.
  5. Meminta izin untuk beberapa hari hingga kondisi membaik
    Jika gejala mual dan muntah yang Anda alami semakin parah hingga membuat tubuh lemas, coba meminta izin untuk tidak masuk kerja dulu beberapa hari sampai tubuh membaik. Jika dipaksakan bekerja, sementara mual dan muntah terus-terusan, tentu bisa membuat kesehatan kian memburuk.
  6. Meminta kebijakan kantor untuk bekerja dari rumah
    Jika pekerjaan Anda memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah selama beberapa waktu, sebaiknya diskusikan dengan atasan. Harapannya, supaya atasan Anda dapat memberi kebijakan menyangkut kesehatan Anda yang kurang mendukung. Saat ini teknologi sudah kian canggih, berbagai pekerjaan bisa dikirim lewat email. Namun, Anda tetap harus memiliki komitmen meskipun bekerja dari rumah dan tidak lantas berleha-leha. Beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah ini, seperti bidang design, editing, marketing, kepenulisan, surat-menyurat, analis data, accounting, dan sebagainya.
  7. Minta antar jemput suami saat bekerja
    Kondisi kesehatan Anda yang sering mual dan muntah tentu akan mengkhawatirkan jika harus mengendarai mobil sendiri atau naik angkutan umum. Sebaiknya, saat pergi dan pulang dari tempat kerja, ibu hamil diantar dan dijemput suami sehingga lebih aman. Jika Anda tengah mengendarai mobil dan mual muntah, bisa jadi tak sanggup melanjutkan perjalanan ke kantor ataupun pulang ke rumah.