Apabila Mam membaca artikel ini pada pukul tiga dini hari, kemungkinan usia kehamilan Mam sudah memasuki trimester ketiga. Susah tidur sudah jadi hal yang mulai biasa dirasakan ya, Mam? Padahal tubuh jadi lebih lelah dari biasanya dan tidur merupakan cara ampuh untuk meningkatkan energi. Sebenarnya mengapa sih Mam sudah tidur ketika hamil, terutama ketika sudah memasuki usia trimester ketiga?
Sering Buang Air Kecil
Sudah berhasil tidur dengan nyenyak, tiba-tiba harus terbangun karena ingin buang air kecil? Sering mengalami hal tersebut, Mam? Sayangnya, belum ada solusi yang benar-benar tepat untuk penyebab satu ini karena buang air kecil dan kehamilan memang tidak dapat dipisahkan. Biasanya, ketika terbangun gara-gara ingin buang air kecil, Mam akan susah untuk memejamkan mata kembali. Nah, untuk hal satu ini, Mam bisa mengatasinya dengan memasang lampu khusus malam hari di dalam kamar, jadi cahayanya tidak akan menyilaukan mata ketika Mam terbangun. Lampu bercahaya terang bisa menstimulasi Mam untuk terus terjaga, jadi hindari hal tersebut.
Waktu Napping Terlambat
Kondisi tubuh ibu hamil memang berbeda dari yang lain. Mam mungkin lebih cepat merasa lelah daripada biasanya sehingga memutuskan untuk tidur sebentar (napping). Hal tersebut sebenarnya wajar saja untuk dilakukan, Mam, tetapi usahakan untuk melakukannya selama dua puluh menit sebelum pukul tiga sore agar Mam bisa terbangun dengan kondisi yang lebih fresh. Napping sebelum pukul tiga sore juga tidak akan membuat jadwal tidur malam Mam terganggu karena merasa tidak mengantuk sehingga menyebabkan insomnia.
Tidak Menemukan Posisi Nyaman
Sepertinya alasan satu ini yang paling banyak menjadi penyebab ibu hamil mengalami susah tidur. Dengan perut yang semakin besar, susah rasanya menemukan posisi yang nyaman untuk tidur. Meskipun wajar terjadi, hal tersebut tetap saja mengganggu karena kualitas tidur jadi berkurang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, satu dari empat ibu hamil mengalami sindrom restless legs, yakni dorongan untuk terus menggerakkan kaki. Jika Mam mengalaminya, tandanya Mam tidak mendapatkan kandungan zat besi yang cukup. Sindrom restless legs inilah yang biasanya menjadi penyebab Mam merasa tidak nyaman.
Mengeluarkan Suara Dengkuran
Suara dengkuran ternyata dapat membuat Mam susah tidur ketika hamil, lho. Dan dengkuran ini bukan berasal dari Ayah, melainkan diri Mam sendiri. Berat badan yang bertambah ditambah dengan rongga hidung yang membengkak dapat membuat Mam mendengkur. Jika hal ini yang menyebabkan Mam susah tidur, coba gunakan alat bernama Nasal Strips yang dapat membuka rongga hidung sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara lebih lancar. Apabila belum juga berhasil, Mam bisa mencoba menggunakan mesin pernapasan bernama Continuos Positive Airway Pressure (CPAP).
Perut Terasa Panas atau Mual
Pada beberapa ibu hamil, perubahan hormon dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berdampak pada kualitas tidur malam hari. Akibatnya, perut jadi terasa panas atau mual. Jika ini penyebab Mam susah tidur, usahakan untuk tidak makan apapun minimal dua jam sebelum tidur dan hindari makanan pedas. Mam juga bisa mengonsumsi obat seperti Tums atau Rolaids untuk menghilangkan rasa panas atau mual pada perut. Sebagai alternatif cara lain, cobalah untuk meninggikan bantal agar kepala terangkat beberapa centimeter dari kasur, lalu tidurlah dengan posisi menyamping dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh agar cairan dalam perut tetap terjaga.
Rutin berolahraga juga dapat membantu Mam untuk meningkatkan kualitas tidur selama hamil, lho, jadi berbagai penyebab di atas dapat diminimalisir. Cobalah untuk berjalan kaki atau berenang selama tiga puluh menit dalam tiga kali seminggu. Semoga setelah ini Mam bisa tidur dengan lebih nyaman, ya!







