Salah satu alat kontrasepsi yang beredar di Indonesia adalah KB IUD (Intra Uterine Device) atau lebih dikenal dengan nama Spiral. KB IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk “T” . Alat KB ini terbuat dari bahan plastik yang sangat lentur, bertugas untuk menghalangi sperma bertemu sel telur.
Cara Penggunaan
Alat kontrasepsi KB IUD dimasukkan ke dalam rahim.
Jenis
Terdapat 2 jenis KB IUD, yaitu :
- KB IUD tembaga
Cara kerjanya dengan melepaskan partikel tembaga yang dapat membunuh sperma sehingga sperma tidak bisa bertemu sel telur. - KB IUD hormone
Cara kerjanya dengan melepaskan hormon progestin, sehingga (lagi-lagi) sperma gagal bertemu sel telur.
Kelebihan dari KB IUD
- Menghindari lupa mengonsumsi layaknya KB pil.
- Tidak mengganggu program menyusui Anda.
- Alat KB ini memiliki jangka waktu lama, yaitu 3-10 tahun (tergantung dari jangka waktu yang Anda pilih).
Kekurangan dari KB IUD
- Anda tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa, hanya saja tidak dianjurkan untuk mengangkat beban berat terlalu lama dan atau terlalu sering.
- Sakit pinggang, mual-mual, nyeri, atau kram pada perut, merupakan dampak setelah beberapa jam pemasangan. Beberapa orang mengalami pendarahan ringan beberapa minggu setelah pemasangan alat KB ini. Semua kondisi-kondisi ini bisa terus berlanjut selama Anda menggunakan KB IUD, hal ini terjadi bila Anda kurang istirahat, sering stres, atau melakukan aktivitas melelahkan.
- Pada IUD tembaga, volume haid cenderung lebih banyak, dan resiko keputihan lebih besar.
KB IUD cukup diminati oleh para ibu karena harganya yang terjangkau, aman, dan efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, walau dikatakan aman, Anda tetap harus melakukan pengecekan setidaknya setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali (setelah haid), atau jika Anda merasakan ada yang janggal pada diri Anda.
Semoga bermanfaat.
Baca juga: