KB Steril pada wanita disebut juga Tubektomi atau MOW. Metode dari KB ini adalah mengikat saluran tuba falopi agar sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma.
Cara Penggunaan
Dengan dilakukannya operasi. Operasi pemasangan steril ini tergolong operasi kecil, hanya dilakukan pembiusan lokal saja.
Kontrasepsi steril aman bagi ibu menyusui karena tidak mengganggu kelancaran ASI. Tapi tidak aman bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung, hati. Pemasangan kontrasepsi steril (memang) tidak ada batasan usia, namun, umumnya para dokter hanya akan menyetujui dilakukannya steril jika terdapat masalah kesehatan yang sifatnya membahayakan jiwa sang ibu saat hamil atau melahirkan, atau jika pasangan yang sudah memiliki anak lebih dari tiga orang (itupun jika memang benar-benar dianggap perlu dilakukan).
Paska Operasi
Yang dapat Anda alami paska operasi steril:
- Pendarahan ringan atau hanya bercak
- Kram
- Mual atau muntah
- Nyeri pada perut
- Pusing
- Mudah merasa lelah
- Terkadang mengalami perut kembung
- Nyeri pada bahu
- Beberapa orang terkadang mengalami sakit tenggorokan
Yang harus dilakukan paska operasi:
- Dianjurkan untuk istirahat total selama 1-2 hari, setelah itu Anda boleh beraktivitas kembali, tapi secara bertahap.
- Anda diperbolehkan mandi 48 jam setelah operasi, jangan menggosok sekitar operasi.
- Jangan mengejan dan hindari melakukan hubungan intim selama kurang lebih 10-14 hari.
- Hindari mengangkat beban berat atau bekerja terlalu berat.
Karena kontrasepsi ini sifatnya (semi) permanen, maka kemungkinan untuk hamil kembali tipis. Memang, secara teori, ikatan pada tuba masih dapat dibuka kembali dan saluran tersebut dapat digunakan kembali. Namun terkadang, saluran tersebut lengket akibat pengikatan (sterilisasi) sehingga tak dapat menyalurkan sel telur ke rahim. Oleh sebab itu, sebelum Anda mengambil keputusan, diskusikan hal ini terlebih dahulu dengan suami secara matang.
Semoga bermanfaat.
Baca juga: