IbudanMama

Apa yang Sebaiknya Mam Lakukan Sebelum Operasi Sesar

Mam, melahirkan secara sesar atau normal memang menjadi pilihan masing-masing bagi para ibu. Toh, setiap pilihan pasti ada untung dan resikonya. Beberapa ibu memutuskan untuk melahirkan anaknya dengan operasi sesar karena waktu yang cenderung lebih cepat karena tidak harus menunggu proses pembukaan yang bisa memakan waktu, tidak menimbulkan rasa sakit saat persalinan, atau ingin melahirkan sang bayi pada tanggal-tanggal tertentu.

Pada dasarnya, melahirkan secara sesar berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan perut sang ibu. Anestesi (pembiusan) lokal atau epidural akan dilakukan saat operasi ini. Hal ini membuat sang ibu dengan sadar dapat merasakan keadaan sekitar, namun mati rasa mulai dari panggul ke bawah.

Sekalipun sebaiknya operasi sesar tidak menjadi pilihan utama, namun hal ini dapat menjadi pilihan ketika calon ibu dan anak mengalami beberapa kondisi, seperti: plasenta ibu menghalangi leher rahim, luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif, bayi berada dalam posisi bottom-down atau sungsang, posisi bayi yang selalu berganti-ganti dan tidak stabil, ukuran bayi yang terlalu besar sementara ukuran panggul Anda terbilang kecil, bayi menderita kelainan seperti spina bifida (cacat lahir yang ditandai dengan terbentunknya celah pada tulang belakang bayi), sang ibu memiliki penyakit yang beresiko saat mengalami tekanan saat melahirkan, atau Anda terinfeksi virus seperti HIV.

Persiapan Sebelum Operasi Sesar

Melahirkan adalah salah satu momen emosional yang terjadi dalam hidup orang tua, khususnya ibu. Oleh sebab itu, baik bagi Anda untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan matang guna meringankan stres berlebihan yang mungkin terjadi saat proses melahirkan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para calon ibu:

  1. Mengepak barang kebutuhan selama Anda menginap nanti.

Operasi sesar mengharuskan Anda beristirahat lebih lama dibandingkan melahirkan secara normal. Jika Anda memutuskan untuk melahirkan di luar rumah, pastikan Anda telah menyiapkan pakaian yang cukup selama Anda menginap nanti. Pilihlah pakaian yang nyaman digunakan, seperti kemeja atau atasan dengan kancing depan. Carilah pakaian berbahan lembut dengan ikat pinggang elastic, kaos kaki hangat, dan baju hangat. Jangan lupa siapkan kebutuhan mandi seperti pasta dan sikat gigi, lotion, make up, dan sabun.

  1. Cobalah untuk tidur dengan nyenyak.

Menjelang hari H, emosi seringkali tidak bisa terkendali. Namun pastikan Anda harus istirahat yang cukup. Apalagi satu hari sebelum operasi sesar, Anda tidak diperbolehkan untuk makan (termasuk permen atau permen karet), minum, atau merokok setelah lewat tengah malam.

  1. Menyiapkan daftar kontak orang-orang terdekat.

Setelah bayi Anda lahir, Anda pasti tidak sabar untuk memberitakan kabar baik tersebut ke orang-orang terdekat dan sanak keluarga. Maka, pastikan Anda telah menyiapkan daftar siapa saja yang akan diberi tahu supaya tidak ada yang terlewat.

  1. Menyetok makanan ringan.

Mengingat Anda tidak makan apa-apa sebelum menjalani operasi, maka dipastikan Anda akan merasa lapar setelah operasi. Nafsu makan yang rendah pasca operasi akan perlahan membaik, oleh sebab itu makanan ringan sebagai makanan pendamping bagus untuk semakin meningkatkan mood Anda. Namun, pastikan Anda mengonsumsi makanan setelah mendapat ijin dari dokter.

Melahirkan secara sesar memang terkesan lebih terencana, namun Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di ruang operasi. Mungkin saja Anda telah menetapkan tanggal tertentu untuk anak Anda lahir, namun rencana-rencana tak terduga mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu, persiapkanlah segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.