Apakah ibu hamil boleh menyusui? Ada yang menjawab tidak boleh, tetapi ada juga yang menjawab boleh. Sebenarnya, menyusui di saat mengandung (nursing tandem) tidak membahayakan janin yang ada dalam rahim. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sehingga proses menyusui berjalan baik namun kehamilan Anda tidak terganggu. Apa saja?
- Penuhi kebutuhan gizi.
Kondisi hamil sekaligus menyusui membutuhkan nutrisi dua kali lipat, karena untuk memenuhi kebutuhan ASI bagi bayi Anda dan perkembangan janin Anda. Pastikan kebutuhan protein, vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat Anda terpenuhi. Sebagai tambahan, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang diberikan oleh dokter Anda untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.
- Perbanyak asupan cairan.
Ibu hamil diwajibkan untuk banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu, air juga berfungsi membawa nutrisi ke janin serta melindungi janin di dalam rahim. Karena itu, ibu hamil yang juga menyusui membutuhkan cairan lebih banyak agar ASI dapat berproduksi dengan lancar dan kehamilan Anda pun tetap aman.
- Menyusui dengan rileks dan tenang.
Ketika menyusui, posisikan tubuh Anda dalam keadaan nyaman, aman, rileks, dan pikiran tenang. Bila pikiran tenang, maka ASI dapat terproduksi dengan lancar. Anda bisa memilih posisi berbaring saat menyusui. Pastikan bayi Anda menyusu dengan tenang, tidak banyak bergerak, dan selalu lindungi perut Anda dari kemungkinan gerakan dari si Kecil yang tengah menyusu.
- Istirahat cukup.
Kehamilan tentu membutuhkan kondisi badan yang bugar, apalagi ditambah dengan aktivitas menysusui. Karena itu, usahakan agar waktu tidur Anda cukup dan tidak kelelahan. Tubuh yang bugar juga berpengaruh pada produksi ASI yang dihasilkan oleh ibu.
Jika selama menyusui, Anda merasakan kontraksi secara berlanjut dan disertai flek maka Anda disarankan untuk segera konsultasi ke dokter. Apalagi jika Anda memiliki riwayat susah hamil, melahirkan bayi prematur, sebaiknya Anda juga segera memperiksakan diri Anda ke dokter.
Diluar dari semua itu, satu hal yang perlu diketahui bahwa menyusui saat hamil, sering menimbulkan kontraksi pada payudara dan rahim Anda, ini dikarenakan pengaruh produksi hormon oksitosin dalam tubuh. Kontraksi ini tidak membahayakan janin dan tidak mengakibatkan keguguran, namun Anda tetap harus berhati-hati. Hentikan kegiatan menyusui bila timbul rasa nyeri pada rahim.
Menyusui saat kondisi hamil, bukanlah hal yang mudah. Anda harus pintar-pintar dalam membagi nutrisi untuk si Kecil dan janin Anda. Bila si Kecil sudah cukup usia untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), ada baiknya bila Anda mulai menyapih, sehingga nutrisi untuk bayi yang ada di dalam kandungan terpenuhi seutuhnya.
Semoga tips di atas bermanfaat.







