Mam, menantikan si kecil lahir ke dunia memang sangat mendebarkan. Lalu, sudahkah Anda memprediksi kapan tepatnya akan melahirkan sebagai persiapan? Sebenarnya, tidak ada teori atau cara pasti untuk menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Bidan atau dokter spesialis kandungan pun hanya bisa sebatas perkiraan. Namun, tidak ada salahnya Anda mencoba cara-cara dibawah ini.
Periode menstruasi terakhir.
Jika Anda memiliki periode menstruasi normal dan teratur (siklus 28 hari), Anda dapat menghitung usia kehamilan dengan lebih mudah. Anda hanya perlu mengingat tanggal menstruasi terakhir Anda, maka tanggal tersebut bisa dihitung sebagai hari pertama kehamilan Anda. Tanggal pertama menstruasi biasa disebut Hari Pertama Haid Terakhir atau disingkat HPHT.
Sebagai contoh, bila HPHT jatuh pada tanggal 17 Agustus dan hari ini adalah tanggal 1 Oktober, maka usia kehamilan Anda adalah dua minggu lebih satu hari.
Ultrasonografi (USG)
Bagi para calon ibu yang tidak menstruasi secara teratur, cara ini dapat menjadi solusi. USG memungkinkan Anda mengetahui usia kehamilan karena dokter kandungan akan mengukur lingkar kepala dan panjang janin dari kepala hingga pantat. Dengan begitu, dokter akan memperkirakan sudah berapa lama usia janin Anda. Waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan USG adalah antara minggu kedelapan hingga ke-18 kehamilan. Anda juga bisa mengombinasikan metode menstruasi terakhir dengan USG untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan.
Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)
Mam, menghitung hari dimana si kecil akan lahir dapat menggunakan rumus Naegele. Rumus ini mengambil data dari kapan Anda mengalami menstruasi terakhir. Namun kembali harus ditekankan, perhitungan ini akan sangat efektif bila Anda memiliki siklus menstruasi yang normal dan rutin.
Untuk menghitung tanggal dimana bayi akan lahir, Anda harus menambahkan tujuh hari dari hari terakhir Anda mengalami menstruasi. Sedangkan untuk bulan, kurangi tiga bulan dari bulan terakhir Anda mengalami menstruasi. Jika bulan terakhir Anda adalah Januari, Februari, atau Maret (sehingga tidak bisa dikurangi tiga), maka Anda harus menambahkan sembilan. Untuk tahun, Anda tinggal menambahkan satu tahun dari tahun terakhir Anda mengalami menstruasi terakhir.
Sebagai contoh, jika HPTP Anda jatuh di tanggal 23 September 2017, maka:
- Untuk tanggal, tambahkan 7 hari. Karena HPTP Anda jatuh pada tanggal 23, maka hari perkiraan lahir akan jatuh pada tanggal 30 (23+7).
- Untuk bulan, Anda harus mengurangi tiga bulan. Karena September adalah bulan kesembilan, maka bulan perkiraan bayi akan lahir jatuh pada bulan Juni (9-3 = 6, bulan Juni).
- Untuk tahun, tambahkan satu tahun. Jika HPTP Anda di tahun 2017, maka tahun perkiraan lahir jatuh pada tahun 2018.
Maka, tanggal perkiraan lahir si kecil jatuh pada 30 Juni 2018.
Melakukan tes Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah atau urin. Jika ditemukan HCG dalam darah atau urin Anda, maka usia kehamilan sudah memasuki usia tiga sampai empat bulan. Namun, metode ini kurang akurat jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau memiliki gangguan pada hormon.
Di beberapa kasus kehamilan, ibu merasa kesulitan untuk menghitung usia kehamilan mereka. Selain karena siklus menstruasi yang tidak teratur, ukuran janin yang tidak umum membuat metode USG dapat menjadi jawaban. Jika sudah begini, akan lebih sulit untuk mendapatkan usia kehamilan yang akurat. Namun dibalik itu semua, bukankah yang terpenting anak lahir dengan selamat ketimbang hanya menentukan usia kehamilan?