Apakah Anda sedang mengalami hidung tersumbat, Mam? Hidung tersumbat atau meler di masa kehamilan memang sering melanda beberapa ibu hamil. Jika hidung tersumbat tidak disertai bersin, batuk, tenggorokan kering, dan demam, itu bukanlah flu, namun Anda mengalami infeksi sinus atau biasa disebut rhinitis.
Hidung tersumbat selama kehamilan atau rhinitis bisa Anda rasakan sejak bulan kedua usia kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya setelah persalinan. Rhinitis terjadi karena tingginya kadar hormon estrogen selama kehamilan dan menyebabkan pembengkakan membran kelenjar lendir di sepanjang hidung. Hal ini mengakibatkan produksi lendir secara berlebihan. Selain itu, peningkatan volume darah yang mengalir juga dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah halus di sepanjang hidung. Rhinitis selama kehamilan tentu harus segera diatasi. Di bawah ini beberapa tips bagi Anda untuk mengatasi rhinitis.
- Minum banyak air putih
Minum air putih agar Anda terhindar dari dehidrasi dan meringankan saluran hidung yang teriritasi dan mencegah penyumbatan sinus. Minumlah air hangat untuk mengeluarkan racun dari tubuh dan melegakan hidung tersumbat.
- Atur posisi tidur
Atur posisi tidur Anda dengan kepala agak tinggi untuk mencegah sesak napas dan mengurangi nyeri ulu hati.
- Penguapan (steaming)
Menghirup uap air panas dapat meringankan peradangan dan mengatasi hidung tersumbat.
- Mengonsumsi minuman dan makanan hangat
Minumlah jeruk hangat yang dicampur madu untuk menjaga sistem imun tubuh. Anda juga bisa minum teh herbal hangat atau wedang jahe dan mengonsumsi sup ayam hangat untuk membantu mencairkan lendir dan membuka penyumbatan pada hidung.
- Mandi dan kompres dengan air hangat
Untuk melegakan napas, Anda bisa mandi dengan air hangat atau letakkan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat ke wajah, lalu tarik napas dalam.
- Jaga kelembaban udara ruangan
Gunakan pelembab ruangan (humidifier) untuk menjaga kelembaban udara di rumah Anda. Rajinlah untuk mengganti air dan membersihkan penyaring udara agar bebas dari kuman atau bakteri.
- Menghirup inhaler, balsem, atau minyak kayu putih
Sering-seringlah menghirup inhaler, balsem, atau minyak kayu putih yang mengandung mentol untuk melegakan hidung tersumbat. Anda pun bisa mengoleskan pada bawah hidung atau daerah leher.
- Rajin berolahraga ringan
Hidung tersumbat dapat diredakan dengan rajin berolahraga ringan, seperti jalan kaki, yoga, senam, dll.
- Hindari polusi udara
Hindari sumber polusi udara, seperti asap kendaraan, rokok, pabrik, alkohol, bau cat atau bahan kimia, dll. Beberapa polusi tersebut dapat memperparah iritasi pada hidung. - Berkumur dengan garam
Berkumurlah dengan air hangat yang dicampur dengan garam. Cara ini bisa mencairkan lendir dan membuka sumbatan pada hidung Anda. - Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas dapat mencairkan lendir dan mudah dikeluarkan. Napas Anda pun menjadi lega.
Gejala rhinitis tentu mengganggu kenyamanan ibu hamil. Karena itu, segera atasi dengan menerapkan beberapa tips di atas. Apabila gejala rhinitis tidak kunjung berkurang atau sembuh, segera periksakan kondisi kesehatan Anda kepada dokter. Semoga bermanfaat.
Baca juga:
- 7 Jenis Makanan untuk Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil
- 9 Cara Agar Terhindar dari Depresi Saat Hamil
- Tips Aman Naik Kereta untuk Ibu Hamil