Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh terganggunya sistem saraf sehingga anak sulit berkomunikasi dan berperilaku aneh. Saat ini jumlah anak yang mengalami autisme semakin banyak dari tahun ke tahun. Untuk itulah diperlukan informasi agar anak autisme dapat diantipasi oleh Ibu-Ibu yang berencana memiliki keturunan.
Tahukah Anda bahwa mencegah bayi lahir autisme dapat dicegah sedini mungkin, yaitu pada masa sebelum hamil, saat proses kehamilan, dan saat persalinan. Nah, Anda ingin tahu bagaimana tips mencegah bayi lahir autisme pada ketiga periode tersebut? Silakan disimak informasi di bawah ini ya, Mam.
Mencegah bayi lahir autisme pada masa sebelum kehamilan
- Mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat untuk menjaga sistem saraf.
- Terapkan gaya hidup sehat, seperti tidak suka begadang, tidak mengonsumsi alkohol, tidak merokok, tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter kandungan.
Mencegah bayi lahir autisme pada masa kehamilan
- Memeriksakan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan yang profesional sejak pada awal kehamilan hingga melahirkan. Lakukan kontrol kehamilan secara rutin dengan dokter.
- Melakukan pemeriksaan atau cek darah untuk mengetahui Ibu hamil pernah atau tidak atau sedang terpapar infeksi virus TORCH (Toxoplasma, Rubela, Citomegalovirus, Herpes atau Hepatitis).
- Mengonsumsi makanan bernutrisi dan gizi seimbang, seperti sayuran hijau, buah, ikan, daging, telur, biji-bijian, susu, dan lainnya.
- Asupan cairan yang cukup, seperti minum air putih, jus, susu, air kelapa muda, air kacang hijau, mengonsumsi sup atau makanan berkuah.
- Istirahat cukup dan tidak melakukan aktivitas secara berlebihan.
- Hindari stres dan depresi dengan selalu berpikiran positif dan tenang.
- Melakukan olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki, berenang, senam kehamilan, dan lainnya.
- Mengonsumsi suplemen atau vitamin yang diresepkan oleh dokter kandungan secara teratur.
- Waspadai perdarahan akibat gangguan pada plasenta yang berdampak pada terganggunya suplai oksigen dan nutrisi ke bayi. Kondisi inilah yang dapat mengganggu perkembangan saraf otak janin. Selain itu, perdarahan juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan bayi lahir dengan berat kurang yang berisiko menyebabkan terjadinya autisme pada bayi.
- Jangan minum sembarang obat. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk meminum obat.
- Hindari alergen yang biasanya membuat alergi Anda kambuh, seperti makanan seafood, asal rokok, debu, bulu binatang, serbuk bunga, udara panas, udara dingin, dan lainnya.
- Jaga kebersihan diri sendiri, lingkungan sekitar, makanan, dan sanitasi untuk mencegah berkembangbiaknya kuman, bakteri, parasit, maupun virus.
- Mengonsumsi makanan dari tumbuhan organik agar terbebas dari kandungan kimia pestisida yang dapat menganggu kinerja otak.
- Membatasi pengonsumsian gluten dan kasein pada masa awal kehamilan.
Mencegah bayi lahir autisme pada saat persalinan
- Konsultasi dengan dokter kandungan Anda dan sampaikan rencana proses persalinan Anda nanti.
- Memastikan bahwa aliran darah ke oksigen ke seluruh tubuh bayi sekaligus otak tidak terganggu.
- Perhatikan gangguan saluran cerna pada bayi baru lahir. Jika saluran cerna si Kecil terganggu secara berkepanjangan maka berisiko mengganggu fungsi otak sehingga dapat memengaruhi perkembangan dan perilaku si Kecil.
- Memberikan ASI pada si Kecil.
- Perhatikan tumbuh kembang si Kecil, terutama jika ia mengalami kesulitan kenaikan berat badan, memiliki kelainan bawaan, mengalami gangguan saraf, dan lainnya.
Penyebab autisme belum diketahui secara jelas. Namun, sebagai upaya pencegahan maka sebaiknya Anda mempraktikkan beberapa tips di atas. Semoga bermanfaat.
Baca juga: