4 Gangguan Pencernaan Pada Ibu Hamil dan Pencegahannya

Tidak sedikit Ibu hamil mengeluhkan beberapa masalah pencernaan yang dialaminya selama kehamilan. Meski masalah pencernaan ini tidak membahayakan janin, namun perlu segera diatasi karena sangat mengganggu kenyamanan Ibu hamil. Ingin tahu apa sajakah jenis gangguan pencernaan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Silakan disimak informasi di bawah ini ya, Mam.

1. Mual dan Muntah
Penyebab:

  • Peningkatan asam lambung yang disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan.

Solusi:

  • Rajin mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terdiri atas karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat, dan air.
  • Makan teratur dan tepat waktu. Upayakan untuk makan dengan porsi sedikit namun sering.
  • Cukup beristirahat.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang menyebabkan mual dan muntah, misal bau amis, rasa asam, minuman bersoda, berlemak, berminyak, dan lainnya.
  • Mengonsumsi makanan yang bisa mengusir rasa mual dan muntah, seperti minuman jahe hangat, permen, teh herbal, air putih, dan lainnya.

2. Konstipasi
Penyebab:

  • Peningkatan hormon progesteron sehingga memperlambat gerakan peristaltik usus dan mengakibatkan sulit BAB.
  • Janin membesar dan menekan usus besar sehingga mengganggu kinerja usus dan memicu konstipasi.
  • Ibu malas bergerak atau kurang beraktivitas fisik sehingga menyebabkan aliran darah tidak lancar.
  • Ibu kurang asupan cairan. Hal ini menyebabkan feses keras sehingga sulit dikeluarkan.

Solusi:

  • Banyak mengonsumsi serat yang berasal dari buah-buahan dan sayuran.
  • Banyak minum. Usahakan untuk minum air putih minimal 10 gelas per hari.
  • Rajin berolahraga ringan, seperti jalan kaki di pagi atau sore hari.
  1. Heartburn

Penyebab:

  • Peningkatan asam lambung yang disebabkan karena adanya perubahan hormon kehamilan, yaitu progesteron dan estrogen.

Solusi:

  • Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu heartburn, seperti makanan berlemak (gorengan, daging, dan lainnya), makanan mengandung gas (kol, brokoli, selada), makanan mengandung kafein (kopi, teh), rokok, dan alkohol.
  • Setelah makan, jangan langung berbaring. Beri jeda sekitar 1 jam.
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur.
  • Rajin bergerak agar peredaran darah lancar.
  • Konsumsi makanan lunak dalam porsi sedikit, namun sering.
  • Kunyah makanan dengan berhati-hati dan benar.
  1. Diare

Penyebab:

  • Ibu hamil terinfeksi bakteri, parasit, kuman, dan lainnya.
  • Ibu hamil menderita iritasi usus dan lambung karena terlalu banyak mengonsumsi makanan asam, pedas, dan berlemak.
  • Ibu hamil mengalami tekanan psikis atau stres.

Solusi:

  • Perbanyak minum air putih atau larutan gula pasir dan garam (oralit) untuk menggantikan cairan yang terbuang akibat diare.
  • Mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak, seperti bubur agar mempermudah kerja usus dan lambung.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung kalium sebagai elektrolit, seperti pisang.
  • Hindari stres. Sisihkan waktu untuk berekreasi bersama keluarga atau melakukan hobi bersama pasangan.
  • Jaga kebersihan makanan, alat makan, pakaian, dan lingkungan sekitar.

Keempat masalah pencernaan tersebut biasa terjadi selama kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Apabila gangguan tersebut menimbulkan rasa yang tidak nyaman, sangat mengganggu, dan tak kunjung berkurang maka sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter ya, Mam, agar dicarikan solusi secara medis. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :