Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan, tak terkecuali bagi ibu hamil. Namun, tidak semua jenis olahraga diperbolehkan dilakukan oleh ibu hamil. Hanya jenis olahraga ringan saja yang boleh dilakukan selama kehamilan. Ada banyak jenis olahraga ringan yang dapat Anda pilih, seperti jalan kaki, berenang, yoga, senam hamil, dll. Ibu hamil yang rajin berolahraga tidak akan merasa rugi karena mendapat berbagai manfaat, yaitu:
- tubuh terasa lebih segar dan bugar
- terhindar dari gangguan susah tidur
- melenturkan otot sehingga mengurangi keluhan nyeri otot pinggang dan punggung
- peredaran darah semakin lancar sehingga nutrisi dapat terdistribusi dengan baik ke janin
- terhindar dari keluhan pembengkakan dan varises
- mempersiapkan tenaga untuk persiapan persalinan
- jantung dan paru-paru dapat bekerja secara maksimal
Sangat banyak manfaat olahraga selama kehamilan. Berolahraga selama kehamilan tidak boleh dilakukan sembarangan. Perlu berbagai persiapan agar olahraga dapat bermanfaat maksimal dan tidak membahayakan. Nah, apa saja yang harus dipersiapkan sebelum Anda memulai olahraga? Yuk, simak tips berikut.
- Pastikan tubuh sehat
Sebelum memulai berolahraga, pastikan tubuh Anda dalam kondisi sehat. Jika badan kurang fit, seperti merasa pusing, mual, lemas, dll sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahraga. - Lakukan pemanasan otot
Sebelum berolahraga, hendaknya Anda melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk mencegah kram atau kejang otot. - Lakukan bertahap
Awali olahraga dengan 10 menit pemanasan, 5 menit olahraga, lalu tutup dengan pendinginan selama 5 menit. Selanjutnya durasi ini dapat ditambah jika tubuh Anda sudah beradaptasi. - Perbanyak minum air putih
Panas tubuh akibat tingginya aktivitas otot harus segera dikeluarkan. Jika tidak, akan menimbulkan kelainan bawaan pada sistem saraf dan sistem tulang belakang janin. Pelepasan panas ini dapat dipercepat dengan minum banyak air putih. - Atur jam makan Anda sebelum dan sesudah berolahraga
Sebaiknya Anda makan secukupnya sekitar 30 menit sebelum berolahraga. Tambahkan porsi makan Anda 1 jam setelah berolahraga untuk menggantikan kalori yang hilang saat bersepeda. Jangan berolahraga dalam keadaan perut kosong agar kadar gula dalam darah tidak turun secara drastis. - Pakailah perlengkapan yang aman
Pakailah perlengkapan yang aman sebelum berolahraga, seperti helm, pengaman lutut, sarung tangan, pakaian yang nyaman (berbahan dingin dan dapat menyerap keringat), sepatu (alas dari karet dan tidak licin), kaus kaki, dan pakaian dalam yang nyaman saat berolahraga. - Berhati-hatilah saat berolahraga
Saat hamil, tubuh Anda rentan akan risiko terluka atau cedera. Hal itu disebabkan karena hormon-hormon kehamilan yang melonggarkan persendian di kaki, lutut, dan pinggul untuk mempersiapkan tubuh jelang persalinan, juga tulang pinggul yang lebih merenggang. - Pilihlah waktu yang tepat untuk berolahraga
Pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk berolahraga karena saat itulah udara terasa sejuk , cuaca tidak panas,dan matahari tidak bersinar terik. - Pilihlah area yang nyaman dan aman
Pilihlah tempat yang aman dan nyaman untuk berolahraga, seperti pastikan permukaan tanah atau lantai rata dan tidak licin.
Olahraga sebaiknya tetap dilakukan meskipun sedang hamil untuk menjaga kesehatan Anda dan janin. Namun jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter ya, Mam, sebelum Anda berolahraga. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







