Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Umat Muslim berlomba-lomba mencari amalan di bulan ini. Ibu yang tengah hamil pun bisa tetap berpuasa, tentunya jika kehamilan Anda sehat tanpa keluhan dan sanggup melaksanakannya.
Bulan Ramadan yang sebentar lagi akan tiba sudah dinanti-nantikan oleh umat Muslim. Namun, bagaimana dengan ibu hamil? Beberapa ibu hamil khawatir terhadap kondisi kehamilannya jika ikut berpuasa. Kekhawatiran ini muncul karena rasa takut tidak bisa memberikan nutrisi yang cukup untuk janin jika ikut berpuasa, berat janin tak normal, dan lain-lain.
Memang, ibu hamil memiliki dispensasi untuk tidak ikut berpuasa saat bulan Ramadan. Kemudian bisa menggantinya di bulan lain atau membayar fidyah. Namun, ada juga ibu hamil yang sayang melewatkan bulan suci Ramadan tanpa ikut berpuasa. Hal ini dilakukan karena ia merasa sanggup untuk berpuasa dan kondisi kehamilannya baik-baik saja.
Sebenarnya, beberapa penelitian telah dilakukan mengenai dampak puasa Ramadan bagi kehamilan. Dari penelitian, diperoleh bahwa ibu hamil tanpa keluhan apa pun tidak mendapatkan dampak pada kehamilannya ketika berpuasa selama bulan suci Ramadan. Hal ini seperti penelitian yang dilakukan pada 605 ibu hamil di Malaysia yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang berpuasa Ramadan tidak berdampak pada berat badan ibu dan berat bayi baru lahir.
Jika ibu ingin tetap berpuasa, asalkan kehamilan ibu dinyatakan sehat oleh dokter dan ibu sanggup menjalaninya tak menjadi masalah. Namun, jika ibu ikut berpuasa dan ada keluhan tertentu, misalnya lemas, pusing, pandangan buram, perdarahan, bahkan gerakan janin berkurang dari biasanya sebaiknya membatalkan berpuasa. Selain itu, ibu hamil dengan penyakit tertentu, yakni diabetes, darah tinggi, dan maag disarankan untuk tidak berpuasa.
Mempersiapkan kesehatan tubuh bagi ibu hamil yang ingin ikut berpuasa sangatlah penting. Selain itu, asupan nutrisi yang dikonsumsi saat sahur dan buka pun juga harus mendapatkan perhatian. Tentunya, supaya janin di dalam rahim ibu tetap mendapatkan nutrisi yang cukup seperti hari-hari biasanya. Jangan sampai ikut berpuasa, namun saat sahur dan berbuka tidak mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Kasihan si kecil bukan?
Supaya ibu bisa tetap menjalankan puasa Ramadan dengan baik selama sebulan penuh dan kehamilan tak terganggu, ibu bisa mencoba kiat-kiat berikut ini.
- Berkonsultasilah dengan dokter
Sebelum ikut berpuasa, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Tanyakan apakah kehamilan ibu aman untuk menjalankan puasa Ramadan. Minta saran dokter mengenai asupan nutrisi yang harus ibu konsumsi selama sahur dan berbuka. - Minumlah air putih yang mencukupi selama sahur dan buka
Kebutuhan cairan sangat penting bagi tubuh ibu. Saat sahur dan berbuka, minumlah air putih yang cukup. Hal ini untuk menghindarkan tubuh ibu dari dehidrasi atau kekurangan cairan. - Saat sahur, hindari gula yang berlebihan
Konsumsi gula yang berlebihan saat sahur selain berbahaya juga akan membuat ibu lemas atau pusing di siang harinya saat berpuasa. Lebih baik konsumsi nasi, protein, sayuran, buah, dan minum susu serta air putih yang cukup, supaya kebutuhan nutrisi terpenuhi. - Minum vitamin dari dokter saat sahur
Makan sahur selain dengan makanan yang bergizi, jangan lupa untuk minum vitamin yang telah dianjurkan oleh dokter Anda. Vitamin penting dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai pelengkap nutrisi untuk janin. - Minum jus buah saat berbuka
Jus buah sangat bagus untuk membatalkan puasa ketika bedug telah berkumandang. Kebutuhan vitamin dan mineral bisa didapatkan dari berbagai buah-buahan yang dijus ini. Setelah itu, ibu bisa berbuka puasa dengan menyantap menu makan sehat dan bergizi yang penting bagi ibu dan janin. - Makan malam setelah berbuka puasa
Karena ibu sedang hamil, makan malam tak ada salahnya, meskipun sudah makan saat berbuka puasa. Namun, bisa dilakukan secara wajar/tidak berlebihan dan memiliki nilai gizi yang seimbang. Makan malam ini bisa dilakukan beberapa jam setelah berbuka puasa atau setelah salat tarawih. Nasi dengan sayuran, protein dari daging dan telur, dan buah sangat bagus untuk dikonsumsi. - Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup saat berpuasa Ramadan sangat penting dilakukan. Bagaimana pun saat ini ibu tengah hamil, tidak sedang menjalankan puasa pun harus banyak beristirahat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan kegiatan yang berlebihan sehingga akan berisiko terhadap kehamilan Anda. Dengan beristirahat, otot yang tegang bisa mengendur dan tubuh ibu pun akan segar. - Hindari ngemil gorengan atau snack tak sehat
Setelah menahan lapar seharian dan sudah terdengar bedug berbuka, keinginan untuk ngemil terkadang susah dihindari. Makanan seperti gorengan dan snack tidak baik untuk kehamilan ibu. Jajanan seperti gorengan tinggi kolesterol dan menggunakan MSG, sementara macam-macam snack biasanya menggunakan pengawet dan pewarna. Tentu hal ini tak baik bagi janin yang tengah ibu kandung. Ganti camilan dengan potongan buah pisang, pepaya, apel, jeruk, dan alpukat atau bisa juga dengan yoghurt yang lebih sehat untuk ibu dan calon buah hati.
Nah, sekarang ibu sudah punya kiat-kiat untuk menjalankan puasa Ramadan. Berpuasa selama masa kehamilan adalah aman sepanjang Anda tetap menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
Selamat berpuasa!