Ibu Hamil dan Donor Darah

Donor darah merupakan salah satu bentuk aksi kemanusiaan yang sering dibutuhkan oleh banyak manusia, termasuk ibu hamil. Mengingat ibu hamil sangat rentan terkena anemia dan mengalami perdarahan sehingga kekurangan darah, maka sudah sewajarnya ibu hamil berjaga-jaga memiliki pendonor dengan kesamaan golongan darah. Apalagi tidak bisa disangkal bahwa angka kematian ibu banyak disebabkan oleh proses kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Untuk itu, diperlukan usaha dan kesadaran dari ibu hamil dan keluarga untuk mengantisipasi tidak terjadinya kekurangan darah dengan menyediakan pendonor darah. Anda bisa memilih siapa saja yang akan dijadikan pendonor, bisa suami, orang tua, saudara, teman, atau bahkan Anda mendapatkan dari PMI.

Berikut ini beberapa tips bagi Anda untuk menjadi ibu hamil yang aware terhadap kesehatan dengan menyediakan pendonor darah bagi Anda sendiri.

  1. Hubungi orang-orang di sekitar Anda yang memiliki kesamaan golongan darah dengan Anda. Minta mereka sebagai calon pendonor darah Anda.
  2. Jika Anda tidak memiliki calon pendonor dari orang-orang terdekat, Anda bisa menghubungi pihak puskesmas atau unit transfusi darah PMI terdekat untuk meminta menyediakan calon pendonor darah untuk Anda.
  3. Tentukan beberapa nama calon pendonor darah Anda. Catat nomor telepon dan alamat para calon pendonor.
  4. Buatlah kesepakatan dengan calon pendonor darah untuk selalu siap 24 jam sewaktu-waktu Anda memerlukan transfusi darah.

Bolehkan ibu hamil menjadi pendonor?

Mungkin Anda sering bertanya-tanya, apakah ibu hamil boleh mendonorkan darahnya? Ada beberapa pendapat untuk menjawab hal tersebut. Ada pendapat yang melarang ibu hamil menjadi pendonor, mengingat ibu hamil rentan terkena anemia atau kekurangan darah. Namun, ada pula yang memperbolehkan ibu hamil menjadi pendonor darah, tetapi dengan beberapa syarat khusus. Adapun syarat tersebut antara lain:

  • Kondisi fisik ibu dan janin harus benar-benar fit dan tidak mengalami permasalahan kesehatan apa pun . Hal ini harus dibuktikan dengan menunjukkan surat kesehatan dari dokter.
  • Jika Anda ingin menjadi pendonor, pertimbangkan usia kehamilan Anda. Relatif akan lebih aman jika Anda sedang hamil di tengah-tengah bulan atau di sekitar trimester kedua (bukan hamil muda ataupun tua).
  • Sebelum mendonorkan darah, sebaiknya Anda harus memeriksakan kadar Hb dan Hematokrit untuk mengantisipasi Anda mengalami anemia atau tidak.
  • Dalam proses pengambilan darah saat mendonorkan darah, sebaiknya Anda mengatur posisi yang nyaman dan aman, seperti posisi setengah duduk atau berbaring ke kiri. Jangan mengambil posisi telentang karena akan mengurangi aliran darah ke janin sebagai akibat dari pembuluh darah dalam perut yang tertekan oleh rahim yang besar dan jatuh ke belakang.
  • Sebelum mendonorkan darah, pastikan Anda sudah mengonsumsi makanan dan malam hari sebelumnya sudah cukup tidur.

Nah, sekarang terjawab kan, Mam, bahwa donor darah bagi ibu hamil sangat penting untuk menjamin kesehatan Anda dan janin. Mulai sekarang tentukan calon pendonor darah Anda ya, Mam. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :