Mam, setelah anak pertama sudah tumbuh cukup besar, biasanya mulai terpikir untuk memberikan Si Kakak seorang adik. Mempunyai anak kedua memang tidak kalah menyenangkan dibanding memiliki anak pertama, namun ada beberapa hal yang harus Mam perhatikan bila Mam akhirnya kembali memutuskan untuk kembali mengandung.
Jarak Aman Kehamilan
Beberapa orang tua yang menginginkan jarak usia antara anak mereka berdekatan. Sekalipun akan terasa kalang-kabut, rentang usia yang tidak terlalu jauh antara mereka akan membuat mereka lebih dekat secara emosional. Padahal, penting bagi Mam untuk mengetahui jarak aman kehamilan supaya dapat terhindar dari resiko yang dapat ditimbulkan, baik resiko pada ibu ataupun janin.
Menurut sejumlah penelitian yang kemudian ditulis dalam situs web Alodokter, waktu tunggu yang disarankan untuk hamil anak berikutnya berkisar 18-23 bulan setelah melahirkan. Jarak ini berguna untuk menyiapkan tubuh agar calon anak bisa tumbuh dan berkembang secara sehat. Kondisi rahim yang belum benar-benar pulih pasca persalinan sebelumnya belum bisa maksimal membentuk cadangan makanan bagi janin dan ibu. Kalau dipaksakan, bayi bisa lahir dengan berat badan yang tidak ideal (rendah) atau kekurangan gizi, bahkan mengalami kelainan plasenta. Studi lainnya menyebutkan bahwa ibu yang hamil dalam rentang waktu kurang dari satu tahun memiliki resiko (50% lebih tinggi) melahirkan anak autis.
Oleh sebab itu, untuk menunggu Mam memasuki kembali jarak aman kehamilan, Mam bisa memanfaatkannya dengan mengonsumsi makanan sehat demi kesehatan tubuh, berolahraga rutin, serta berkonsultasi dengan dokter untuk program hamil bila diperlukan.
Usia Ideal Mengandung
Selain memperhatikan jarak aman kehamilan, hal berikutnya yang harus Mam perhatikan sebelum mengandung anak berikutnya adalah usia Mam sebagai calon ibu. Dr. Amin Gorgy, konsultan fertilitas dan spesialis program IVF (In Vitro Fertilization) di Fertility and Gynaecology Academy Inggris dalam situs web Liputan6 menyatakan bahwa informasi tentang fertilitas wanita belum banyak diketahui dan banyak wanita merasa bahwa mereka dapat tetap berusaha hamil di usia berapa pun.
Lebih lanjut Dr. Gorgy menjelaskan bahwa usia ideal bagi wanita untuk hamil adalah di usia dua puluhan dan awal tiga puluhan. Pernyataan ini berdasar pada fungsi ovarium seorang wanita yang menurun secara drastis sejak usia 30 tahun dan menurun lebih tajam lagi pada usia 35 tahun. Bila melihat pada jumlah sel telur yang berkurang dan kualitasnya, usia 44 tahun adalah usia maksimal seorang ibu bisa mengandung dan melahirkan.
Jika Mam termasuk wanita karier yang ingin menunda kehamilan sebelum usia 35 tahun, Dr Eksander, konsultan ginekologi di The Gynae Centre, menyarankan untuk membekukan sel telur atau embrio dengan donor sperma sebagai jaminan.
Berapa Kali Wanita Bisa Hamil
Idealnya, wanita masih bisa hamil selama mereka masih berada pada usia ideal dan memperhatikan jarak aman kehamilan. Bahkan bagi mereka yang telah melewati usia ideal kehamilan pun, terdapat alternatif lain yang dapat dilakukan supaya dapat kembali mengandung. Namun, mengandung, melahirkan, dan membersarkan dua anak adalah pilihan yang terbaik.
Indonesia mengenal program Keluarga Berencana (KB), sebuah program pemerintah yang telah berumur 70 tahunan dan dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). KB juga menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera karena dapat mengendalikan kelahiran dan pertambahan penduduk. Selain itu, menurut Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Sugiri Syarif, Keluarga Berencana memberikan keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga, dan masyarakat.







