Risiko Kehamilan Bagi Ibu Penderita Miom

Anda tentu pernah mendengar istilah miom, kan, Mam? Istilah yang sering disebut juga dengan mioma, myom, fibroid, atau tumor jinak pada dinding rahim ini memang menjadi momok bagi para perempuan. Kenapa begitu? Karena dengan tumbuhnya miom dalam rahim dapat menyebabkan sulit untuk hamil. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa miom bisa juga dialami oleh ibu hamil. Dalam kenyataannya, ada beberapa ibu hamil yang proses kehamilannya diganggu oleh hadirnya miom. Lalu, apa risiko dan tindakan apa yang bisa diambil dalam mengatasi miom pada ibu hamil? Namun, sebelum membahas hal tersebut, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu gejala dan tanda-tanda miom. Berikut ulasannya ya, Mam.

Gejala

  • Perdarahan dengan jumlah yang banyak dan frekuensi sering pada masa menstruasi ataupun di luar masa menstruasi.
  • Mengalami anemia karena darah banyak keluar.
  • Rasa nyeri pada bagian dalam rahim karena infeksi dan tekanan dari tumor.
  • Gangguan buang air kecil dan besar akibat penekanan pada organ kandung kemih, ureter, rektum.
  • Sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
  • Nyeri saat melakukan aktivitas seks.
  • Nyeri pada bagian perut atau pinggul.

Risiko kehamilan pada ibu hamil penderita miom
Miom atau mioma pada perempuan yang tidak hamil akan berkembang dengan lamban. Namun, akan lebih cepat pada ibu hamil saat masa reproduksi yang didukung dengan peningkatan kadar hormon estrogen dan progresteron. Yang perlu dicatat adalah ibu hamil penderita miom akan berisiko mengalami beberapa gangguan atau kelainan pada diri ibu ataupun pada bayi dalam kandungan, seperti:

  • Kelainan letak bayi dan plasenta.
  • Jalan lahir terhalang.
  • Kontraksi rahim yang lemah.
  • Perdarahan setelah melahirkan.
  • Plasenta terlepas.
  • Posisi bayi sungsang.

Tindakan mengatasi miom pada ibu hamil
Biasanya miom berukuran kecil, kemudian membesar secara perlahan hingga sebesar butiran anggur. Perkembangannya yang cenderung lambat inilah yang membuat beberapa perempuan tidak dapat merasakan keberadaan miom. Biasanya miom akan diketahui keberadaannya ketika ibu melakukan pemeriksaan USG. Nah, dalam mengatasi miom sebaiknya Anda melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Hindari mengonsumsi makanan siap saji dari bahan hewani yang pertumbuhannya dirangsang oleh hormon estrogen.
  • Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur.
  • Jaga berat badan ideal, jangan sampai obesitas.
  • Hindari stres, selalu berpikiran bahagia dan senang.
  • Jaga kesehatan tubuh agar tetap fit dan bugar.

Meski miom dapat disebabkan dari faktor keturunan, namun ada baiknya Anda mencoba melakukan beberapa tips mengatasi miom di atas. Untuk lebih pastinya, Anda harus memeriksakan kondisi rahim kepada dokter kandungan agar mendapatkan perlakuan medis yang aman bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :