IbudanMama

Risiko Kehamilan Bagi Ibu Penderita Miom

Anda tentu pernah mendengar istilah miom, kan, Mam? Istilah yang sering disebut juga dengan mioma, myom, fibroid, atau tumor jinak pada dinding rahim ini memang menjadi momok bagi para perempuan. Kenapa begitu? Karena dengan tumbuhnya miom dalam rahim dapat menyebabkan sulit untuk hamil. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa miom bisa juga dialami oleh ibu hamil. Dalam kenyataannya, ada beberapa ibu hamil yang proses kehamilannya diganggu oleh hadirnya miom. Lalu, apa risiko dan tindakan apa yang bisa diambil dalam mengatasi miom pada ibu hamil? Namun, sebelum membahas hal tersebut, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu gejala dan tanda-tanda miom. Berikut ulasannya ya, Mam.

Gejala

Risiko kehamilan pada ibu hamil penderita miom
Miom atau mioma pada perempuan yang tidak hamil akan berkembang dengan lamban. Namun, akan lebih cepat pada ibu hamil saat masa reproduksi yang didukung dengan peningkatan kadar hormon estrogen dan progresteron. Yang perlu dicatat adalah ibu hamil penderita miom akan berisiko mengalami beberapa gangguan atau kelainan pada diri ibu ataupun pada bayi dalam kandungan, seperti:

Tindakan mengatasi miom pada ibu hamil
Biasanya miom berukuran kecil, kemudian membesar secara perlahan hingga sebesar butiran anggur. Perkembangannya yang cenderung lambat inilah yang membuat beberapa perempuan tidak dapat merasakan keberadaan miom. Biasanya miom akan diketahui keberadaannya ketika ibu melakukan pemeriksaan USG. Nah, dalam mengatasi miom sebaiknya Anda melakukan beberapa hal di bawah ini:

Meski miom dapat disebabkan dari faktor keturunan, namun ada baiknya Anda mencoba melakukan beberapa tips mengatasi miom di atas. Untuk lebih pastinya, Anda harus memeriksakan kondisi rahim kepada dokter kandungan agar mendapatkan perlakuan medis yang aman bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga: