Ibu hamil akan banyak mendapatkan perhatian, dukungan, dan saran dari orang-orang di sekitarnya mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Secara medis apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan tersebut?
Setiap wanita akan merasa bahagia ketika mengetahui dirinya sedang hamil. Mereka biasanya akan berusaha mencari tahu dan belajar lebih dalam tentang apa saja yang baik dan tidak baik dilakukan ketika hamil. Hanya saja banyaknya perhatian, dukungan, dan nasihat yang datang dari orang-orang sekitar, mulai dari suami, orang tua, keluarga, dan sahabat malah kerap kali membuat para ibu hamil bingung dalam memilih cara mana yang baik dan benar untuk diikuti. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengetahuan yang tepat dalam menyikapinya, sehingga masa kehamilan dan persalinan dapat dinikmati dengan perasaan yang tenang. Jadi, apa saja hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil?
dr Gde Suardana, Sp.Og dari RSAB Harapan Kita dalam seminarnya pada hari Sabtu, 8 Desember 2012 yang bertajuk “Do & Don’t Kehamilan Sampai Pasca Persalinan” menjelaskan bahwa terdapat banyak kekeliruan yang sering dilakukan oleh ibu hamil, antara lain yaitu tidak berani minum obat-obatan untuk penyakit yang sedang diderita, tidak melakukan aktivitas fisik, tidak menjaga kondisi emosional, dan tidak melahirkan secara normal.
Menurut beliau, banyak ibu yang baru hamil terpaksa menghentikan asupan obat-obatan yang sebelumnya sudah dikonsumsi oleh mereka sebelum hamil dikarenakan rasa takut dan khawatir obat-obatan tersebut akan mempengaruhi kondisi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam perut. Padahal sebenarnya ketika mereka berkunjung ke dokter, hal yang paling dominan akan ditanyakan oleh dokter adalah kondisi kesehatan si ibu, bukan mengenai kesehatan janin, karena kondisi janin tergantung dari sehat atau tidaknya fisik dan psikis si ibu. Jadi ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan jika itu memang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan sudah dikonsultasikan oleh dokter dan bidan sebelumnya.
dr Gde juga menambahkan bahwa selama hamil ibu membutuhkan makanan tidak hanya sebagai sumber energi, tapi juga untuk janin dalam kandungan. Ada banyak fakta tentang nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, antara lain:
1.Diet yang fungsinya untuk melangsingkan badan tidak disarankan selama masa kehamilan
2.Kecukupan asupan asam folat dapat mencegah spina bifida (Sumbing Tulang Belakang)
3.Kebutuhan energi hanya meningkat sedikit di masa kehamilan
4.Masakan yang tidak dimasak atau setengah matang adalah berbahaya bagi ibu hamil
5.Vitamin A tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil
6.Zat besi dapat mencegah anemia pada ibu hamil
7.Satu liter susu mencukupi kebutuhan kalsium ibu hamil
8.Kafein dalam kopi dapat membahayakan kehamilan
9.Magnesium menurunkan risiko kram, keguguran, dan melahirkan prematur
10.Yodium diperlukan oleh janin untuk hormon tiroid dan perkembangan otak
Mengenai berhubungan seks di kala hamil, menurut dr Gde adalah boleh untuk tetap dilakukan, karena kehamilan bukanlah hal yang menganggu para pasangan untuk memadu kasih. Kehamilan justru akan membuat para pasangan menjadi lebih intim dan memahami satu sama lain. Yang perlu diperhatikan hanyalah posisi bercinta, umur kehamilan, dan intimasi. Berikut posisi hubungan yang aman ketika hamil:
1.Women on top (posisi ibu hamil di atas)
2.Gaya bercinta posisi duduk
3.Posisi berbaring miring
4.Doggy Style
dr Gde menyarankan kepada ibu hamil untuk selalu berusaha membangun sugesti positif dalam pikiran agar mampu melewati seluruh proses kehamilan dengan menyenangkan, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.







29 Jan 2013
Posted by Nadya Fitri
0 Comment










