Anda sedang hamil, namun di rumah terdapat hewan peliharaan? Tentu kondisi ini membuat Anda khawatir karena hewan peliharaan dapat menularkan parasit ke tubuh ibu hamil dan membahayakan janin di dalam kandungan. Jenis binatang seperti kucing, anjing, hamster, dan unggas paling banyak menjadi penyebab infeksi pada ibu hamil dan janinnya. Karena itu, diperlukan tindakan pencegahan agar ibu hamil tetap sehat meski di lingkungan sekitar terdapat hewan peliharaan. Nah, di bawah ini beberapa tips mencegah terjadinya infeksi pada ibu hamil yang disebabkan oleh beberapa jenis hewan peliharaan.
- Kucing
Kucing biasanya menyebabkan parasit toksoplasma. Ibu yang terinfeksi tokso biasanya merasakan gejala nyeri otot, pembesaran getah bening, dan flek saat hamil. Keadaan ini tentu dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Bahkan, janin yang terinfeksi tokso dapat mengalami keguguran ataupun lahir cacat, seperti hydrocephalus.
Antisipasi:
- Lakukan pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) untuk mengetahui tubuh Anda sudah memiliki antibodi terhadap parasit tersebut atau belum. Jelasnya, jika Anda sudah pernah terinfeksi tokso sebelum hamil maka tubuh Anda sudah membentuk sistem imun terhadap parasit tersebut sehingga Anda aman tidak akan terinfeksi tokso lagi. Akan sangat berbahaya jika Anda terinfeksi tokso saat hamil karena dapat mengganggu perkembangan janin.
- Parasit tokso hidup dan berkembang di dalam kotoran kucing maka hindari aktivitas yang bersinggungan dengan kotoran kucing. Minta tolong suami atau keluarga lain yang membersihkan kotoran kucing peliharaan Anda.
- Jaga kebersihan tubuh dan kandang kucing.
- Hindari memberikan daging mentah pada kucing.
- Hindari mengonsumsi sayuran mentah.
- Hamster
Hewan pengerat seperti hamster dapat membawa virus viral meningitis. Ibu hamil yang terkena virus ini ditandai dengan gejala mual, muntah, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit pada kelenjar-kelenjar tubuh. Virus ini sangat membahayakan ibu hamil dan janin karena dapat menembus dinding plasenta dalam rahim. Akibatnya, bayi dapat mengalami keguguran atau lahir cacat.
Antisipasi:
- Jaga kebersihan tubuh dan kandang hamster.
- Hamster peliharaan Anda dapat terinfeksi dari tikus liar.
- Hindari kontak langsung dengan hamster karena virus ini berkembang melalui air kencing, mata, dan mulut.
- Unggas
Unggas seperti ayam dan bebek dapat terjangkit flu burung. Hal ini tentu membahayakan ibu hamil dan janin.
Antisipasi:
- Berikan vaksin flu burung pada hewan unggas.
- Jaga kebersihan tubuh dan kandang unggas.
- Jauhkan kandang unggas dari rumah Anda.
- Anjing
Anjing dapat menyebarkan kutu dan menimbulkan penyakit kulit pada ibu hamil. Selain itu, anjing juga dapat membawa penyakit rabies. Kedua hal tersebut dapat mengganggu kesehatan ibu hamil.
Antisipasi:
- Jaga kebersihan tubuh dan kandang anjing.
- Hindari memberikan daging mentah pada anjing.
- Berikan suntikan vaksin rabies pada anjing.
Memelihara hewan kesayangan memang menyenangkan. Namun, diperlukan sikap bijak agar kegemaran Anda tersebut tidak mengganggu kesehatan Anda dan janin. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan binatang, rajin memeriksakan peliharaan Anda ke dokter hewan, dan rutin periksakan kehamilan kepada dokter untuk memastikan Anda terhindar dari virus yang disebabkan oleh hewan peliharaan. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







