Masalah sepele yang biasanya Anda tangani dengan tenang bisa berubah menjadi drama saat Anda hamil. Mengapa bisa begitu, yah?
Ada perubahan besar dalam tubuh wanita hamil, oleh karena itu, suasana hati Anda akan berubah-ubah. Anda mungkin akan bereaksi berlebihan terhadap suatu kejadian kecil, terkadang Anda juga merasa tidak yakin dengan diri sendiri dan cepat panik, serta sesekali merasa depresi dan menangis. Ini semua wajar, karena Anda tidak memegang kendali penuh terhadap perasaan Anda seperti biasanya. Kadar hormon yang berubah-ubah telah mengendalikan suasana hati Anda, seperti seorang konduktor mengontrol sebuah orkestra.
Di luar itu, perasaan was-was apakah bisa menjadi orang tua yang baik serta perubahan bentuk tubuh juga bisa mengganggu pandangan Anda terhadap diri sendiri. Jadi, jangan merasa bersalah jika Anda sedang menunjukkan rasa kesal atau marah. Jika Anda menjelaskan apa yang terjadi, lingkungan Anda juga akan mengerti.
Dan, salah satu hal yang paling sering menjadi penyebab stres adalah faktor keuangan. Apalagi ketika hamil, Anda dan pasangan harus segera menyiapkan berbagai pos biaya yang berkaitan dengan hadirnya anggota keluarga yang baru. Kondisi ini seringkali menjadi sumber utama ketidakstabilan emosional yang membuat Anda merasakan cemas dan ketakutan yang berlebihan.
Kecemasan akan persalinan dan kemampuan Anda dalam mengatasi rasa sakit ketika melahirkan juga bisa meningkatkan kecemasan, yang akhirnya membuat emosi menjadi meledak. Pertanyaan-pertanyaan, “Apakah Saya akan berteriak-teriak?”, “Apakah suami akan mendampingi?”, “Apakah saya akan caesar?” terkadang bisa menimbulkan rasa sedih dan panik. Banyak perempuan hamil merasakan hal ini, terutama pada kehamilan anak pertama. sebenarnya Anda tidak perlu merasa takut atau cemas yang berlebihan. Persalinan biasanya akan berjalan seperti biasa dan tidak terlalu penting bagaimana perilaku Anda pada waktu persalinan karena para perawat dan dokter sudah memahami hal ini.
Jika memungkinkan, jadikan kekacauan emosi yang Anda alami sebagai kekuatan positif. Seiring adaptasi Anda dengan kehamilan serta peralihan Anda menjadi seorang ibu, jika Anda cemas atau galau bukan berarti Anda telah melakukan kesalahan. Hal ini adalah sesuatu yang alami. Atasi kecemasan dan kegalauan Anda dengan membayangkan dan memikirkan tentang sang bayi. Ini juga akan membantu Anda membangun hubungan dengannya bahkan sebelum ia dilahirkan. Membangun hubungan dengan bayi yang sedang tumbuh dalam perut Anda merupakan langkah pertama dalam menerima kehadirannya.
Ada beberapa tips yang dapat dilakukan ketika perasaan galau atau emosional Anda sedang tidak baik:
- Pikirkan bahwa orangtua Anda bahagia akan segera menjadi kakek dan nenek, mungkin untuk pertama kalinya. Mereka akan sangat bahagia melihat kehamilan Anda, mereka akan menjadi pihak yang sangat mendukung Anda bersama pasangan.
- Bicara dengan ibu-ibu lain, seorang wanita hamil bisa merasa terisolasi. Anda mungkin akan mendapati Andalah yang pertama sekali memiliki anak di antara teman-teman Anda dan bingung untuk curhat kepada siapa. Jika Anda merasa seperti ini, bertemanlah dengan ibu hamil di kelas senam hamil atau kelas laktasi atau kelas antenatal yang Anda ikuti atau tanyakan teman atau saudara Anda yang memiliki kenalan ibu hamil. Pertemanan ini bisa menjadi sarana Anda bercerita tentang keraguan dan kecemasan yang dialami selama masa kehamilan.
- Membagi perasaan Anda kepada pasangan. Keinginan untuk berbicara serta membagi perasaan dan pikiran selama kehamilan adalah wajar. Pasangan Anda merupakan pilihan pertama. Percaya atau tidak, sebenarnya pasangan Anda juga ingin bercerita tentang apa yang menjadi ketakutan dirinya, hanya mungkin dia tidak ingin terlihat konyol di hadapan Anda. Ajaklah dia bicara, saat ini Anda saling membutuhkan dan saling perlu menguatkan.
- Berjuanglah membuat suasana hati Anda tetap gembira dan bahagia. Karena jika Anda bahagia, sang bayi akan ikut menikmati suasana hati Anda yang bahagia. ketika Anda bersemangat dan relaks, bayi Anda akan menjadi tenang. Jika ada hal yang membuat Anda merasa nyaman dan senang, seperti mendengarkan musik, dansa, melukis, dan menonton lakukan sesering mungkin dan bagikan perasaan bahagia itu pada bayi Anda.







