Memiliki buah hati memang menjadi impian hampir semua pasangan yang menikah. Tetapi, tidak semua pasangan ‘beruntung’ mendapatkan buah hati sesuai dengan batas waktu yang diinginkan. Jadi, bagaimana menyiasatinya?
Kehamilan adalah kado terindah dari Tuhan dan Dia menentukan waktu yang tepat bagi setiap pasangan untuk mendapatkan berkah tersebut. Meski begitu, bukan berarti Anda dan pasangan tidak berusaha, yah. Para calon ibu dapat memulainya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mempersiapkan kondisi tubuh untuk membesarkan bayi dalam kandungan.
Tetapi, siapa bilang keberhasilan perencanaan kehamilan hanya tergantung pada Ibu? Ingat loh, pasangan Ibu memiliki peran sangat penting. Sebaik apapun upaya Ibu, tetap harus didukung oleh kualitas sperma pasangan yang sehat dan mampu berjuang membuahi sel telur Ibu. Kerjasama yang luar biasa bukan?
Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan sperma. Perlu diingat juga bahwa sperma membutuhkan sekitar 100 hari untuk matang dan siap melakukan pembuahan. Gaya hidup sangat berdampak pada tingkat kesehatan dan kualitas sperma. Untuk itu, calon ayah dan calon ibu sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:
Bagi Para Suami
Gangguan hormonal perangsang sperma yang menurun dan kelainan genetika, seperti cystic fibrosis dan sindrom Klinefelter bisa mengganggu kesuburan. Selain itu, penyakit menular seksual juga dapat membuat infeksi saluran reproduksi yang menyumbat saluran sperma. Penyakit pembuluh darah, seperti pembekuan darah dan aterosklerosi, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan stres berlebihan juga dapat menyebabkan impotensi serta mengganggu produksi sperma.
Radiasi juga memberikan efek negatif terhadap konsentrasi dan kualitas sperma. Berhati-hatilah bila sering berbicara melalui ponsel, Zoom Research dari Universitas Queen di Kingston, Ontario belum lama ini mengklaim telah menemukan bukti bila ponsel bisa meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Radiasi ponsel juga bisa mengurangi kualitas sperma dan mengurangi kesuburan pada pria. Teknisnya, ponsel dapat memengaruhi kadar hormon lutenizing yang berada di otak yang fungsinya sebagai hormon reproduktif.
Kesimpulan sementara yang bisa diperoleh adalah gelombang elektromagnet yang dikeluarkan ponsel bisa menjadi penyebab turunnya kadar hormon lutenizing yang dihasilkan sekaligus membuat hormon testosteron menjadi lebih aktif.
Bagi Para Istri
Kondisi endometriosis, yaitu sel selaput lendir rahim yang tumbuh di luar indung telur dapat membuat Anda sulit untuk hamil. Selain itu, kelainan pada posisi mulut rahim dan adanya mioma serta peradangan pada rahim juga sering menyebabkan keguguran. Jika Anda merencanakan kehamilan, usahakan untuk memiliki berat badan yang seimbang dan jauhi stres.
Hal lainnya adalah faktor usia, karena ketika perempuan berusia 35 tahun, tingkat kesuburan akan menurun dan terus menurun hingga memasuki masa menopause. Dan ketika telah mencapai menopause, maka cadangan sel telur akan habis dan kemungkinan untuk hamil semakin kecil.
Setelah mengetahui faktor-faktor penghambat kehamilan di atas, maka sekarang saatnya untuk berdiskusi bersama pasangan mengenai rencana kehamilan Anda berdua. Pastikan selama Anda belum juga ‘berhasil’ untuk hamil, jangan stres. Nikmati kebersamaan dengan pasangan dan hangatkan hubungan Anda berdua. Konsultasikan juga masalah ini dengan ahli kandungan yang Anda dan suami merasa nyaman untuk berdiskusi.







