Anda memasang KB, namun sekarang sudah berhenti dan menginginkan kehamilan, Mam? Sayangnya, bagi beberapa wanita kondisi setelah memasang KB justru akan mempersulit Anda untuk hamil. Memang, pemakaian KB hormonal, baik suntik maupun pil atau alat kontrasepsi KB dalam waktu lama akan menyebabkan kondisi hormon wanita, yaitu estrogen dan progresteron menjadi terganggu dan tidak seimbang. Akibatnya, tubuh wanita akan berhenti menghasilkan sel telur di ovarium, menipiskan serviks (leher rahim) sehingga sperma susah masuk ke dalam rahim dan bertahan hidup di sana. Jadi, secara tidak langsung, pemakaian KB juga dapat mengurangi tingkat kesuburan.
Hal itulah yang menyebabkan Anda akan susah untuk hamil setelah ber-KB. Namun, jangan cemas, Mam, kondisi tersebut bisa diatasi dengan beberapa tips mengembalikan kesuburan dan menyeimbangkan hormon berikut ini:
- Jaga asupan gizi
Penuhi kebutuhan nutrisi Anda agar kondisi tubuh Anda tetap sehat. Anda juga dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan yang dipercaya dapat meningkatkan kesuburan Anda, seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, bij-bijian, ikan, telur, yoghurt, dll.
- Rutin berolahraga
Olahraga dapat menunjang tubuh Anda tetap bugar dan segar. Tubuh yang fit dapat pula mendukung kesuburan Anda. Anda tidak perlu melakukan olahraga berat, Mam. Lakukanlah jenis olahraga ringan dengan teratur, seperti jalan kaki, berenang, senam, dll.
- Hindari stres
Stres sangat memengaruhi kelancaran siklus menstruasi Anda. Dengan begitu, stres juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan memperburuk tingkat kesuburan Anda.
- Mengistirahatkan kelenjar endokrin
Jika Anda menggunakan KB hormonal, Anda bisa memaksimalkan kinerja kelenjar endokrin dalam memproduksi hormon lagi secara normal (kelenjar penghasil hormon) dengan mengistirahatkan kelenjar ini, yaitu melepas KB Anda selama 1-2 bulan dan sementara Anda menggunakan alat KB nonhormonal, seperti kondom dan spiral. Kondisi ini disebut sebagai fase transisi.
- Mengonsumsi suplemen penyubur
Anda dapat mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kesuburan. Namun, sebelum mengonsumsinya, Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter Anda ya, Mam, untuk memastikan suplemen tersebut aman dan cocok dengan kondisi tubuh Anda.
- Periksakan kondisi Anda kepada dokter
Sangat penting memeriksakan kondisi rahim Anda untuk memastikan kesehatannya sebelum benar-benar hamil. Selain itu, guna mendapatkan solusi jika Anda mengalami gangguan pada siklus menstruasi, yaitu amenore (tidak terjadinya menstruasi secara total).
- Atur jadwal untuk berhubungan seksual
Jangan berhubungan intim setiap hari. Berhubungan seks 2-3 hari sekali ternyata lebih baik dan efektif untuk mempercepat kehamilan.
Nah, cukup mudah kan, Mam, cara cepat hamil setelah berhenti KB. Tetaplah berusaha dan sempurnakan usaha Anda dengan doa ya, Mam, agar keinginan Anda untuk mengandung terkabul. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







